RIAUMAKMUR.COM - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Arifin Achmad terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang mencapai 91,54 persen pada Kamis (16/4/2026).
Dari total 497 tempat tidur yang tersedia, sebanyak 455 unit telah terisi. Capaian ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak 2008, sekaligus menggambarkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, menyebut kondisi ini sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik. Di tengah tingginya angka kunjungan, pelayanan tetap berjalan dengan baik meski dihadapkan pada keterbatasan tenaga keperawatan.
“Kalau untuk SDM keperawatan memang kita masih kurang, apalagi dibandingkan dengan data BOR yang naik hingga 91,54 persen. Tapi secara umum, ini menandakan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap RSUD Arifin Achmad semakin membaik,” ujarnya.
Berdasarkan laporan supervisor per Rabu malam, 15 April 2026, jumlah pasien tercatat mencapai 455 orang, terdiri dari 452 pasien lama dan 13 pasien baru. Dalam periode tersebut, enam pasien telah pulang, satu pasien dipindahkan secara internal, satu pasien pulang atas permintaan sendiri, serta dua pasien meninggal dunia.
Tingginya okupansi terlihat pada sejumlah ruang perawatan. Kelas 1 menampung 105 pasien dari kapasitas 70 tempat tidur, sementara kelas 3 diisi 217 pasien dari kapasitas 209 tempat tidur. Adapun ruang VIP dan VVIP masih relatif terkendali, sedangkan ruang isolasi baru terisi empat dari total 48 tempat tidur.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen rumah sakit menambah 20 tempat tidur dengan memanfaatkan ruang yang tersedia. Namun, tambahan tersebut langsung terisi seiring tingginya permintaan layanan. “Langsung full," ujar Yusi.
Aktivitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga mengalami peningkatan dengan total 29 pasien, terdiri dari 16 pasien baru dan 13 pasien lama. Dari jumlah tersebut, 15 pasien menjalani rawat inap, tujuh pasien rawat jalan, dan enam pasien masih dalam observasi.
Pada layanan intensif, unit CVCU bahkan mencatat hunian melebihi kapasitas dengan 11 pasien dari delapan tempat tidur. NICU dan SCN terisi penuh, sementara ICU medikal, ICU bedah, dan PICU tetap dimanfaatkan secara terencana, termasuk untuk kebutuhan tindakan operasi.
“Meski demikian, laporan tidak mencatat adanya gangguan layanan medis maupun kendala operasional di lapangan. Namun tingginya BOR menunjukkan beban kerja tenaga kesehatan meningkat tajam, terutama bagi perawat yang harus menangani pasien dalam jumlah besar,” kata Yusi.
Dengan kondisi tersebut, RSUD Arifin Achmad terus berupaya menjaga kualitas layanan sekaligus beradaptasi terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat.
Artikel Terkait
Gubernur Riau Minta Pegawai RSUD Arifin Achmad Lebih Ramah, Layani Pasien Harus dengan Senyum
Gubernur Riau Tegur RSUD Arifin Achmad, Hasil MRI Jangan Sampai Lebih dari Tiga Hari!
RSUD Arifin Achmad Didorong ke Subspesialis, RS Petala Bumi Menuju Kelas B
RSUD Arifin Achmad Hadirkan Poliklinik Utama Non BPJS, Pasien Umum Kini Bisa Akses Layanan Eksekutif dan Fast Track
Antisipasi Lonjakan Pasien Cuci Darah, RSUD Arifin Achmad Tambah Kapasitas Hemodialisa
RSUD Arifin Achmad Bersiap Bentuk Unit Pengelolaan Darah, Menuju Mandiri untuk Kurangi Ketergantungan pada PMI
Waspada Campak, RSUD Arifin Achmad Wajibkan MCU dan Vaksinasi Nakes Secara Rutin
Tambah Jam Layanan, 4 Kamar Operasi RSUD Arifin Achmad akan Dimaksimalkan Beroperasi hingga Tengah Malam
Lengkap! Ini Daftar Layanan Spesialis dan Subspesialis di Poliklinik Utama Non BPJS RSUD Arifin Achmad, Sekaligus Cara Daftarnya
RSUD Arifin Achmad Riau Berhasil Tangani Kasus Langka Remaja dengan Dua Rahim, Apa Itu Sindrom HWW?