RSUD Arifin Achmad Bersiap Bentuk Unit Pengelolaan Darah, Menuju Mandiri untuk Kurangi Ketergantungan pada PMI

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 31 Maret 2026 | 14:24 WIB
Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih (tengah). (Riaumakmur.com)
Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih (tengah). (Riaumakmur.com)

RIAUMAKMUR.COM - RSUD Arifin Achmad tengah mempersiapkan pembentukan unit pengelolaan darah atau bank darah mandiri guna memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang terus meningkat.

Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, mengatakan selama ini kebutuhan darah rumah sakit di Riau, termasuk RSUD Arifin Achmad masih bergantung pada Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kebutuhan darah di RSUD mencapai sekitar 5.000 kantong sebulan. Saat ini baru sekitar 1.500 kantong yang bisa dipenuhi, sehingga sisanya masih harus disuplai dari PMI,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Cuci Darah, RSUD Arifin Achmad Tambah Kapasitas Hemodialisa

Menurutnya, kondisi tersebut membuat rumah sakit perlu memiliki sistem pengelolaan darah sendiri agar pelayanan terhadap pasien bisa lebih cepat dan optimal, terutama untuk kasus-kasus darurat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, RSUD Arifin Achmad telah menyiapkan berbagai tahapan, mulai dari pelatihan sumber daya manusia hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung untuk membentuk Unit Pengelolaan Darah di RS Arifin Achmad tersebut.

“Kami sudah kirim tenaga medis yang dipersiapkan untuk Unit Pengelolaan Darah, untuk ikut pelatihan. Proses perizinan juga sedang berjalan, termasuk koordinasi dengan BPOM,” jelasnya.

Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih
Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih

Baca Juga: RSUD Arifin Achmad Hadirkan Poliklinik Utama Non BPJS, Pasien Umum Kini Bisa Akses Layanan Eksekutif dan Fast Track

Ia menambahkan, ke depan RSUD diharapkan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan darah secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal.

Selain itu, pihak rumah sakit juga akan mendorong kegiatan donor darah secara rutin guna menjaga ketersediaan stok. Saat ini, kebutuhan harian darah cukup tinggi, sehingga suplai harus terus dijaga agar pelayanan medis tidak terganggu.

“Harapannya, dengan adanya bank darah sendiri, pelayanan kepada pasien bisa lebih cepat, tepat, dan tidak terkendala ketersediaan darah,” tutup Yusi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X