RIAUMAKMUR.COM - Mengerikannya Virus Nipah membuat Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo angkat bicara.
Ia meminta pemerintah mewaspadai penyebaran Virus Nipah di Indonesia.
Permintaan ini bukan tanpa alasan diutarakannya melainkan merujuk pada data bahwa angka kematian yang disebabkan virus ini mencapai 75 persen.
"Pemerintah perlu melakukan berbagai upaya antisipasi, guna mencegah masuknya Virus Nipah ke Indonesia," sebutnya.
Menurutnya pemerintah bisa melakukan antisipasi dengan memperketat prosedur ekspor dan impor komoditas babi dan produk lainnya yang berasal dari negara yang memiliki kasus Virus Nipah.
Selain itu pemerintah perlu berupaya mencegah perdagangan ternak babi ilegal dari daerah yang terinfeksi.
Baca Juga: Bergelagat Mencurigakan Didepan Patroli Polres Kampar, AN Diperiksa dan Kedapatan Memiliki Sabu
Ia juga memberikan masukan agar Kementerian Kesehatan bersama pakar epidemiolog untuk memperkuat kembali kemampuan deteksi penyakit.
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini juga menyebut bahwa sistem deteksi di Indonesia belum secara memadai diperbaiki setelah pandemi.
"Kita khawatir virus serta infeksi baru lainnya tidak terdeteksi sejak dini yang berpotensi menimbulkan pandemi baru," ujarnya.
Ia melontarkan ide bahwa pemerintah Indonesia bisa memberlakukan konsep karantina bagi pendatang.
"Pemerintah perlu belajar dari kasus pandemi Covid-19 dan harus bersiap dengan kemungkinan munculnya pandemi hingga epidemi yang diprediksi akan muncul dalam lima tahun ke depan," pungkasnya.