Media Radio Masih Jadi Salah Satu Pilihan BMKG Sebarluaskan Informasi Kebencanaan

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 21:04 WIB
Ilustrasi bencana alam
Ilustrasi bencana alam

RIAUMAKMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berupaya memperkuat sistem peringatan dini multibencana.

Tidak hanya dengan mengupgrade teknologi yang dimiliki, peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, namun juga membangun dan menguatkan kerjasama dengan media guna percepatan penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat luas, terutama di Daerah 3T.

"Sesuai dengan perundangan yang berlaku, dalam rantai Peringatan Dini secara menyeluruh dari ujung ke ujung (end to end), informasi dan peringatan dini dari BMKG akan berhenti di Tingkat Propinsi atau Kabupaten, yaitu di BPBD atau Badan Penanggulangan Bencana di Daerah, kemudian BPBD yang bertanggungjawab untuk meneruskan ke warga masyarakatnya, terutama yang berada di lokasi terdampak," kata Kepala BMKG Dwikorita baru-baru ini.

Baca Juga: Pemkab Rohil Jalin Kerjasama Peningkatan SDM Dengan Unilak

Menurutnya yang menjadi persoalan adalah informasi tersebut dapat terputus dan tidak berhasil tersambung untuk diteruskan kepada masyarakat oleh BPBD (Pemerintah Daerah), khususnya yang berada di daerah terpencil.

Dwikorita mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut, selain menggencarkan penyebarluasan peringatan dini melalui aplikasi Info BMKG di telepon genggam dan melalui jaringan televisi, BMKG juga menjalin kerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI).

Harapannya, siaran RRI dapat menjadi solusi terputusnya informasi tersebut, sehingga informasi peringatan dini BMKG dapat menembus daerah-daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Baca Juga: Di Kabupaten Bengkalis Resmi Bertambah 7 Pos Ramil TNI

"Kami menggunakan semua kanal untuk mendiseminasikan informasi peringatan dini, tidak cuma terfokus pada 1 jenis media. Dengan begitu, gap antara yang menerima dan tidak menerima informasi dapat semakin kecil sehingga risiko bencana dapat semakin ditekan," imbuhnya.

Sebagai contoh, dalam kasus gempabumi dan tsunami, golden time atau rentang waktu singkat antara peringatan dini dan saat bencana tiba sangatlah sempit. Maka, jika semakin cepat informasi peringatan dini tersebut sampai, maka kesempatan untuk menyelematkan diri pun semakin besar.

"Dengan begitu, risiko korban jiwa bisa diminimalisir," sebutnya.

Baca Juga: Menuju Kompetisi Tingkat Nasional, 12 Putri Anak dan Putri Remaja Riau Audiensi dengan Gubri Syamsuar

Dwikorita menuturkan selain dengan RRI, BMKG juga membangun kerjasama dengan radio-radio lokal dan juga radio komunitas di daerah-daerah agar informasi peringatan dini BMKG bisa tersebar semakin luas.

Di beberapa daerah, BMKG juga telah bekerjasama dengan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

Selain untuk penyebarluasan informasi peringatan dini, kerjasama dengan media yang dilakukan BMKG juga dalam upaya meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat dan memerangi hoax bencana yang sering muncul dan menimbulkan ketakutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X