PKDP Angkat Bicara Soal Kasus Shintia Indah Pertamasari, Minta Netizen Hentikan Narasi Negatif Soal Uang Panjapuik

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Senin, 20 November 2023 | 09:04 WIB
Ketua DPD PKDP Kota Padang, Amril Amin.
Ketua DPD PKDP Kota Padang, Amril Amin.

RIAUMAKMUR.COM - Kasus bunuh diri Shintia Indah Permatasari menimbulkan pro dan kontra tentang adat uang panjapuik di Pariaman.

Pasalnya, Shintia Indah Permatasari diduga bunuh diri karena tidak sanggup memenuhi syarat uang panjapuik yang diminta keluarga calon suaminya, Muhammadi Hadi Zulkarnain.

Kasus ini viral dan banyak netizen yang merasa kasihan dengan Shintia Indah Pertamasari, sehingga mereka menyalahkan adat uang panjapuik.

Baca Juga: Diduga Batal Nikah, Shintia Indah Permatasari Ditemukan Bunuh Diri di Hotel

Hal ini membuat miris Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota Padang.

PKDP Kota Padang meminta para warganet berhenti mengkerdilkan adat uang panjapuik, yang merupakan tradisi orang Pariaman.

PKDP Kota Padang merasa teriris dengan pemberitaan soal perempuan bunuh diri di salah satu penginapan karena permasalahan uang jemput (mahar nikah).

Baca Juga: Anak Saya Dibeli ya, Sempat Bertahan dari Tekanan Keluarga Calon Suami, Shintia Indah Permatasari Akhirnya Menyerah dan Bunuh Diri

Baca Juga: Banyak yang Salah Tafsir, Ini Makna Uang Panjapuik di Pariaman, Bukan Membeli Laki-laki

Mengenai hal itu, PKDP meminta media maupun netizen-netizen yang tidak bertanggung jawab, untuk tidak lagi menggiring opini.

Karena sebenarnya, masih banyak netizen yang tidak paham dengan permasalahan yang terjadi saat ini.

Hal itu diungkap Ketua PKDP Kota Padang, Amril Amin, PKDP juga telah bertemu langsung dengan keluarga Shintia Indah Permatasari, mengenai permasalahan yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: Shintia Indah Permatasari Ternyata Sudah Sering Ancam Bunuh Diri, Terungkap dari Chat-nya dengan Hadi Zulkarnain


“Kami berharap kepada netizen dan masyarakat luas yang kurang paham dengan permasalahan ini untuk dapat menghentikan postingan narasi yang dapat menyinggung perasaan kami,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Minggu (19/11/2023).

Lagian, kata Amril, pihak Hadi Zulkarnain juga sudah menyampaikan langsung di salah satu televisi di Padang, bahwa perempuan bunuh diri tidak ada hubungannya dengan uang jemputan.

“Masyarakat malah menarasikan uang jemputan yang menjadi penyebabnya (bunuh diri). Ini sebuah hal yang sangat memalukan bagi kami orang Pariaman,” ungkapnya.

Baca Juga: Bukan Karena Keluarga Hadi Zulkarnain, Shintia Indah Permatasari Bunuh Diri Karena Tertekan Keluarganya Sendiri

Bahkan Amril mengancam bagi masyarakat atau netizen yang masih menghujat adat-adat Pariaman, pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkan.

“Jadi saya sebagai ketua PKDP Kota Padang, berharap kepada dunsanak tidak lagi mengeluarkan konten-konten yang sifatnya menghujat tentang adat-adat kami di Pariaman, kami akan membawanya ke ranah hukum,” pungkasnya.******

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Sumber: infosumbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X