RIAUMAKMUR.COM - Kasus bunuh diri Shintia Indah Permatasari menimbulkan pro dan kontra tentang adat uang panjapuik di Pariaman.
Pasalnya, Shintia Indah Permatasari diduga bunuh diri karena tidak sanggup memenuhi syarat uang panjapuik yang diminta keluarga calon suaminya, Muhammadi Hadi Zulkarnain.
Kasus ini viral dan banyak netizen yang merasa kasihan dengan Shintia Indah Pertamasari, sehingga mereka menyalahkan adat uang panjapuik.
Baca Juga: Diduga Batal Nikah, Shintia Indah Permatasari Ditemukan Bunuh Diri di Hotel
Hal ini membuat miris Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kota Padang.
PKDP Kota Padang meminta para warganet berhenti mengkerdilkan adat uang panjapuik, yang merupakan tradisi orang Pariaman.
PKDP Kota Padang merasa teriris dengan pemberitaan soal perempuan bunuh diri di salah satu penginapan karena permasalahan uang jemput (mahar nikah).
Baca Juga: Banyak yang Salah Tafsir, Ini Makna Uang Panjapuik di Pariaman, Bukan Membeli Laki-laki
Mengenai hal itu, PKDP meminta media maupun netizen-netizen yang tidak bertanggung jawab, untuk tidak lagi menggiring opini.
Karena sebenarnya, masih banyak netizen yang tidak paham dengan permasalahan yang terjadi saat ini.
Hal itu diungkap Ketua PKDP Kota Padang, Amril Amin, PKDP juga telah bertemu langsung dengan keluarga Shintia Indah Permatasari, mengenai permasalahan yang sebenarnya terjadi.
“Kami berharap kepada netizen dan masyarakat luas yang kurang paham dengan permasalahan ini untuk dapat menghentikan postingan narasi yang dapat menyinggung perasaan kami,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Minggu (19/11/2023).
Lagian, kata Amril, pihak Hadi Zulkarnain juga sudah menyampaikan langsung di salah satu televisi di Padang, bahwa perempuan bunuh diri tidak ada hubungannya dengan uang jemputan.
“Masyarakat malah menarasikan uang jemputan yang menjadi penyebabnya (bunuh diri). Ini sebuah hal yang sangat memalukan bagi kami orang Pariaman,” ungkapnya.
Baca Juga: Bukan Karena Keluarga Hadi Zulkarnain, Shintia Indah Permatasari Bunuh Diri Karena Tertekan Keluarganya Sendiri
Bahkan Amril mengancam bagi masyarakat atau netizen yang masih menghujat adat-adat Pariaman, pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkan.
“Jadi saya sebagai ketua PKDP Kota Padang, berharap kepada dunsanak tidak lagi mengeluarkan konten-konten yang sifatnya menghujat tentang adat-adat kami di Pariaman, kami akan membawanya ke ranah hukum,” pungkasnya.******
Artikel Terkait
Kebohongan Bai Lu Akhirnya Terungkap! Only For Love Memasuki Konflik Utama dan Buat Penonton Ikutan Galau
Sukses Gelar Mubes, Nurul Azmi Kembali Nakhodai KDD Riau Kompleks
TKD Jawa Tengah Prabowo - Gibran Bertabur Tokoh, Kukrit SW Jadi Ketua
Lanjutkan Semangat Fastabiqul Khairat, Pemuda Muhammadiyah Riau Gelar Pra Musywil, Ini Nama Calon Formaturnya
Bukan Karena Keluarga Hadi Zulkarnain, Shintia Indah Permatasari Bunuh Diri Karena Tertekan Keluarganya Sendiri
Ariel NOAH dan Raffi Ahmad Bakal Duel Desember 2023? Tanding Apa?
Gratis! Guyon Waton hingga Nella Kharisma Bakal Tampil di Festival ANTV Rame Karanganyar, Ini Jadwal Acaranya
Terima AMI Award, Raim Laode Tidak Mau Terlalu Bahagia
Bentrok Suporter Terjadi Lagi, Kepolisian Gunakan Gas Air Mata Halau Bentrok Suporter Gresik United dan Deltras Sidoarjo, Hashtag Kanjuruhan Mencuat
Bikin Video TikTok Bareng, Kemiripan Visual Joy Red Velvet dan Ningning aespa Disebut Seperti Saudara Kandung