RIAUMAKMUR.COM - Kasus klinik yang menjadikan bayi pasien sebagai model konten New Born Photography hingga menyebabkan bayi prematur wafat di Tasikmalaya jadi perhatian Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat ini tengah mengusut kasus dugaan malpraktik yang dilakukan Klinik Alifa berlokasi di Tasikmalaya.
Baca Juga: Profil Pj Bupati Inhil Herman, Kelahiran Tembilahan dan Istrinya dari Kuala Enok
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa pihak kementerian tengah mengusut perkara tersebut.
Menurut dia kasus tersebut sudah diusut oleh pihak Dinas Kesehatan setempat.
Ini kan di pemerintah daerah setempat dulu ya. Kemenkes sudah memberikan standar pelayanan medis," tuturnya.
Baca Juga: Herman Dilantik Jadi Pj Bupati Inhil, Ini Pesan Tegas Plt Gubri
Selain dari Kementerian Kesehatan, perkara ini kini juga jadi atensi pihak Kepolisian.
Paur Humas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jajang Kurniawan mengatakan pihaknya menerima laporan terkait perkara tersebut dan saat ini jajaran tengah menyelidiki.
Klinik yang diketahui beralamat di Kecamatan Bungarsari Kota Tasikmalaya tersebut menurut penuturan warga setempat tampak sepi dari aktivitas kurang lebih 2 hari belakangan.
Baca Juga: Jadwal Denny Caknan dan Masdddho Road to Gayeng Fest Season 3 di Purwodadi Grobogan
Diketahui pula bahwa klinik ini dimiliki oleh seorang Perawat Puskesmas.
Artikel Terkait
Niat Hati Mau Kasi Durian ke Bos, Malah Dapati Bos Gantung Diri di Sebuah Klinik di Bengkalis
Golkar Riau Sayangkan Putusan Sela PN Bengkalis yang tak Sesuai Prosedur, Eva Nora: Putusannya Prematur
Memilukan Bayi Lahir Prematur Wafat di Tasikmalaya, Diduga Karena New Born Photography Klinik Tidak Bertanggung Jawab