Evakuasi Korban Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat Tuntas, Kepolisian Akan Mulai Penelusuran

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Kamis, 7 Desember 2023 | 21:23 WIB
Pihak Polda Sumatera Barat panggil BKSDA terkait izin dan prosedur pendakian Gunung Marapi. (Instagram.com/info_nagarisumbar)
Pihak Polda Sumatera Barat panggil BKSDA terkait izin dan prosedur pendakian Gunung Marapi. (Instagram.com/info_nagarisumbar)

RIAUMAKMUR.COM - Bencana erupsi di Gunung Marapi Sumatera Barat menyita perhatian banyak pihak, tak terkecuali kepolisian.

Apalagi, bencana ini menyebabkan 75 orang pendaki terjebak di Gunung Marapi Sumatera Barat, ketika erupsi terjadi.

Pihak kepolisian berencana akan memanggil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), terkait bencana erupsi di Gunung Marapi Sumatera Barat.

Baca Juga: Evakuasi Korban Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat Dihentikan, Ini Daftar Nama Korban Meninggal Dunia

Pemanggilan pihak BKSDA bertujuan untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai aktivitas pendakian di Gunung Marapi.

Hal tersebut juga sebagai upaya mencari pertanggungjawaban terkait banyaknya korban.

Diketahui, peristiwa tersebut memakan korban jiwa sebanyak 23 orang.

Baca Juga: Gunung Marapi Sumbar Berstatus Waspada Sejak 2011, Rekomendasi Jarak Aman 3 Kilometer Dari Puncak, Ada Rekomendasi Pemda Jalur Pendakian Dibuka

Dikutip dari ANTARA, Kamis 7 Desember 2023 Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes. Pol. Dwi Sulistyono mengatakan bahwa pihak kepolisian membutuhkan keterangan dari pihak yang bertanggung jawab yaitu BKSDA.

"Setelah upaya pencarian dan evakuasi selesai baru akan dipanggil (pihak BKSDA) untuk dimintai keterangan," ungkap Dwi Sulistiyono.

“Dengan adanya kejadian bencana hingga kemudian menimbulkan korban jiwa, tentu instansi yang bertanggung jawab perlu dimintai keterangan,” jelasnya.

Baca Juga: Kondisi Terkini Zhafirah, Pendaki Gunung Marapi Sumatera Barat yang Videonya Viral Saat Terjebak Erupsi

Pihak Polda Sumatera Barat akan menyelidiki apakah terdapat indikasi kelalaian dalam pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi.

"Nanti akan kita dalami, apakah ada unsur kelalaian di sana. Kita akan panggil dan mintai keterangan kepada stakeholder yang bertanggung jawab," tambah Dwi dikutip dari harianhaluan.com

Diketahui sebelumnya status Gunung Marapi sejak erupsi 2011 sudah ditetapkan level II atau waspada oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan jalur pendakian ditutup.

Baca Juga: Sebelum Meninggal, Muhammad Adan Sempat Bantu Temannya Ketika Terjebak di Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat

Salah satu rekomendasi PVMBG yakni masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati gunung pada radius tiga kilometer dari kawah atau puncak.

Pemanggilan pihak BKSDA ini ingin memastikan bagaimana prosedur pendakian dengan kondisi gunung api yang masih aktif seperti Marapi.

Jadi nanti akan kami mintai keterangan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dan aturan terhadap aktivitas pendakian Marapi, untuk keadaan normal bagaimana untuk status waspada bagaimana" ujar Dwi

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BKSDA Sumbar, Dian Indriati, mengatakan bahwa pendakian dibuka kembali sejak Juli 2023 setelah berkonsultasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

"Dari situ kita juga membuka jalur pendakian di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi" ujar Dian, Selasa 5 Desember 2023.

Pembukaan kembali jalur pendakian juga menggunakan sistem booking online untuk memfilter pendaki yang akan mendaki di gunung Marapi.

Dian mengatakan bahwa Pembukaan jalur yang sudah berkordinasi dengan beberapa pihak menjadikan peristiwa ini sebagai tanggung jawab bersama. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X