RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Menurut Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution, pengajuan pembangunan jembatan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera (Kecamatan Bukit Batu, Sei Pakning) ke Pemerintah Pusat harus memenuhi alasan yang tepat.
Sebab, pembangunan jembatan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera telah lama diusulkan, namun belum juga bisa diwujudkan. Hal itu menurut Edy Nasution terkendala karena tidak bisa meyakinkan Pemerintah Pusat atau belum memiliki alasan yang tepat untuk bisa jembatan tersebut dibangun.
Padahal menurutnya, jika jembatan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera ini dibangun akan memiliki dampak ekonomi yang sangat bagus untuk Kabupaten Bengkalis.
- Baca Juga: Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera Sei Pakning Impian Banyak Pihak
"Sebenarnya jembatan ini (jembatan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera) sudah sangat lama diimpikan oleh masyarakat di Provinsi Riau, khususnya masyarakat yang ada di Pulau Bengkalis, tapi belum bisa terwujud dan terealisasi," ujar Gubri Edy Natar Nasution usai melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama pembangunan jembatan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera (Kecamatan Bukit Batu), di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Rabu (13/12/2023).
Dijelaskan Gubri, setidaknya ada lima alasan agar pembangunan jembatan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera bisa dilakukan, diantaranya, pertama, alasan historis.
Katanya, Bengkalis merupakan kabupaten induk pada saat awal Provinsi Riau berdiri, dan juga merupakan kabupaten terluar.
Kedua, alasan strategis. Bengkalis merupakan pulau terluar yang menjadi etalase nagara dengan potensi internasional yang besar.
Ketiga, alasan ekonomis. Dijelas Gubri, Pulau Bengkalis termasyhur dengan komoditas durian, dikenal juga dengan sebutan durian Bengkalis.
Edy Nasution melihat hal itu bisa menjadi potensi keekonomian yang sangat terbuka untuk dikembangkan, termasuk perikanan khas di Bengkalis.
Keempat, alasan kompromistis, Bengkalis merupakan kabupaten penghasil migas terbesar di Indonesia, sehingga perlu perhatian pembangunan sejak berdirinya kabupaten ini.
Kelima, alasan logis. Pulau Bengkalis memerlukan aksesibilitas transportasi yang lebih baik dengan lalu lintas barang dan jasa dari dan ke Pulau Bengkalis dengan prasarana jembatan terbaik.
"Dengan lima alasan itu, insyaallah ini mungkin bisa terargumentasikan dengan baik, bahwa jembatan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera itu perlu kita bangun hari ini, karena ada berbagai alasan, kita ingin menghidupkan Pulau Bengkalis itu karena secara sejarah atau historisnya, ia adalah pulau yang pantas untuk kita selamatkan dan kita juga ingin meningkatkan perekonomian disana, karena merupakan salah satu kawasan strategis nasiona," pungkas Gubri Edy Nasution.
Artikel Terkait
Selesai Dibangun, Gubernur Syamsuar Harap Masyarakat Jaga Jembatan Sei Besi Bagansiapiapi
Pembangunan Dua Jembatan Mangkrak Masa Covid 19 di Kampar Dilanjutkan
Sudah 3 Kali Diperbaiki, Jalan Amblas di Kempas Inhil Bakal Dibangun Jembatan
Sekdaprov Riau Minta Fisik Flyover dan Jembatan Dicek Berkala
Dirjen PUPR dan Gubri Syamsuar Bahas Pembangungan Jembatan Bengkalis-Meranti
Diduga Sengaja Terjun dari Jembatan Maredan, Pria di Perawang Hilang Tengggelam
Pria yang Terjun dari Jembatan Maredan Perawang Ditemukan Meninggal Dunia
Bakal Jadi Jembatan Terpanjang di Indonesia, Ini 5 Alasan Mengapa Sei Pakning - Pulau Bengkalis Butuh Jembatan Penghubung
Sekdaprov Riau Optimis Pembangunan Jembatan Sei Pakning - Bengkalis Terwujud
Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera Sei Pakning Impian Banyak Pihak