RIAUMAKMUR.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau melaksanakan diskusi prospek dan tantangan perikanan air tawar cluster Kampar di Ruang Rapat Terubuk DKP Provinsi Riau, Kamis (21/12/2023).
Saat memimpin diskusi, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Yurnalis menyampaikan bahwa diskusi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan Gubernur Riau beberapa waktu lalu di Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar.
"Adapun salah satu yang menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat selaku pengusaha ikan di daerah tersebut adalah biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual," kata Yurnalis.
"Jadi melalui diskusi ini kita memberikan trobosan, selain itu meminta masukan dan saran dari banyak pihak untuk mengatasi persoalan yang ada," tambahnya.
Karena dalam diskusi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau menghadirkan dua orang dosen Universitas Riau yang memiliki keahlian dibidang Budidaya sehingga diharapkan dengan masukan dan saran yang diberikan dapat bisa diterapkan untuk kemajuan budidaya ikan yang ada di Provinsi Riau.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau juga mengundang pengusaha ikan di Kampar, tak hanya itu mereka juga mengundang Dinas Perikanan Kab Kampar, Kepala Desa dan pengusaha.
"Kita harapkan dengan diskusi ini akan membawa dampak positif kepada masyarakat, karena dalam diskusi tadi banyak masukan dan saran yang diberikan oleh rekan kita baik dari dosen yang membidangi budidaya maupun dari yang lainnya," imbuhnya.
Persoalan pakan yang mahal juga mendapat masukan agar para budidaya ikan mengunakan pakan alternatif seperti dedak, ampas tahu bahkan maggot yang memiliki sumber protein yang sangat tinggi.
Saat diskusi juga diberikan masukan dan pencerahan terhadap resiko budidaya ikan yang harus diperhatikan, strategi menjaga budidaya ikan serta faktor yang menyebabkan ikan stress dan rentan terserang penyakit.
Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau mengaku, hasil diskusi tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Riau dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau agar bisa ditindaklanjuti sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat khususnya pengusaha budidaya ikan air tawar di Provinsi Riau bisa teratasi.
Saat diskusi Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau didampingi langsung Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Fajriyani, Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Odor Juliana Sidabutar, turut hadir Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Kampar Adri Dwison dan tamu undangan lainnya.
Artikel Terkait
Nelayan Semakin Minati Resi Gudang Komoditas Ikan, Peningkatan Registrasi Signifikan
Bantuan Kapal Nelayan Pemprov Riau Meningkat Jadi 79 Unit
Nelayan Inhil yang Tersambar Petir Ditemukan Meninggal Dunia
Kumpulkan 2 Ton Sampah Laut, Gubri Syamsuar Serahkan Bantuan untuk Nelayan
Terseret Ombak Saat Jala Ikan, Nelayan Bengkalis Ditemukan Meninggal
Tingkatkan Skill Nelayan, PT KPI Unit Dumai Gelar Pelatihan Montir Kapal
Tiba-Tiba Kejang, Nelayan di Sungai Kampar Hilang Tenggelam
Sampan Terbalik, Nelayan di Desa Buluh Cina Kampar Hilang, Basarnas Pekanbaru Lakukan Pencarian
6 Hari Tenggelam, Jenazah Nelayan Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Mengambang
Subholding Gas Pertamina Uji Coba Konversi BBG Gasku pada 100 Mesin Kapal Nelayan di Semarang