RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Fenomena "om bagi koyok om" semakin merajalela di Kota Pekanbaru.
Pasalnya trend "om bagi koyok om" ini sangat membahayakan nyawa anak-anak.
Trend "om bagi koyok om" mirip dengan fenomena "om telolet om", yang sangat viral di media sosial, dan banyak diikuti anak-anak.
Baca Juga: Heboh Foto Senyum Pelaku Penganiayaan di Pekanbaru, Ini yang Terjadi Sebenarnya..
Seperti yang terlibat di akun instagram @kabarpekanbaru, terlihat anak-anak berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan.
Lambaian tangan mereka ditujukan kepada para pengendara mobil yang melimpah di Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru.
"Anak-anak minta koyok membahayakan di Jalan Kaharuddin Nasution Simpang Tiga min. Sore tadi, padahal lagi padat lalu-lintas. Bukan saya gak mau negur, tp disana ada orang tuanya juga lihat anaknya dibiarin, nanti malah saya yang kena marah min," tulis akun tersebut meneruskan aduan netizen.
Baca Juga: Pekanbaru Darurat Parkir, Mau Dengar Tabligh Akbar Tetap Bayar Parkir, Tarif Lebih Mahal
Sontak saja, postingan ini langsung mendapat respon dari masyarakat, yang mengaku sudah resah dengan fenomena ini.
"Hobi anak zaman sekarang nyari penyakit. Kena tabrak atau di senggol yang disalahin pengendara," ujar @azri***.
"Pernah ni kaya gini ngejar mobil hampir nabrak motor kami lewat, auto kena carutkan sumpah, geram," tulis @fit***.
Baca Juga: Viral, Cuma Numpang Berteduh, Ojol Ini Ditagih Uang Parkir, Netizen: Pekanbaru Setiap Sudut Bayar Parkir
"Di jalan paus arah nangka juga banyak anak2 yang mintai stiker mobil ada yang tau gak guna nya untuk apa tu stiker koyok," kata akun @res****.
"Di Pekanbaru mmg lg marak2 nya bocah-bocah sprti ini,lari nyebrang bolak balik di ruas jalan.ga tau apa maksudnya," kata @bhw***.
"Pengaruh dari trend di media sosial." ujar akun @herry***.
Baca Juga: Nasib Warga Pekanbaru, Sudahlah Diterpa Kabut Asap, Ditambah Pula Bau Sampah
Lalu, bagaimana penjelasan trend koyok di media soaial. Berikut penjelasannya:
Koyok dalam hal ini bermakna stiker. Anak-anak akan meminta kendaraan yang ditempeli banyak stiker untuk berhenti. Lalu mereka mengatakan, "om bagi koyok om!".
Biasanya stiker komunitas. Bagi sebagian komunitas, stiker berisi lambang dan bertuliskan nama komunitas dinamakan koyok.
Baca Juga: Tren Spotify Wrapped 2023, Begini Cara Buatnya, Bisa Dibagikan ke Sosial Media
Mereka berharap pengendara memberikan stiker seperti yang ditempel di kendadaraannya.
Stiker yang mereka dapatkan akan ditempel di tempat-tempat lain. Misalnya di sepeda mereka. Mereka mengoleksi stiker dengan gambar yang berbeda sebanyak mungkin.***
Artikel Terkait
Bersaing Dengan Artis Top Dunia Lainnya, Netizen Korea Bangga Jungkook BTS Masuk di 4 Nominasi Peoples Choice Awards Ini
PGN Subholding Gas Pertamina Pelopori Pemanfaatan 36.500 MMBTU Bio-CNG Pelanggan Ritel di Indonesia, Pekanbaru Riau yang Pertama
Rektor UMRI Berkesempatan Temui Wakil Menteri Agama Arab Saudi.
Fajar/Rian Gagal Kalahkan Unggulan Pertama Asal China, Wakil Indonesia di Malaysia Open 2024 Habis
Kasus Penganiayaan di Pekanbaru, Pihak DH Angkat Bicara, Pastikan Tidak Ada Penikaman, DH dan Y Sudah Pernah Berdamai
Heboh Foto Senyum Pelaku Penganiayaan di Pekanbaru, Ini yang Terjadi Sebenarnya..
Seleksi CPNS Tahun 2024 Berkemungkinan Dilakukan 3 Kali
Hokky Caraka Janji Keluarkan Kemampuan 1000 Persen Jika Dimainkan di Piala Asia 2023 Qatar
Pelaku Usaha Pijat dan SPA di Indonesia Menjerit Dikenai Pajak PBJT 40 Persen
Risih Telpon Didengar, Ada Teknologi Masker Kedap Suara Buatan Startup Perancis