RIAUMAKMUR.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau tengah menyusun program pembinaan untuk atlet yang dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut yang akan di gelar pada September mendatang.
Wakil Ketua I KONI Riau, Khairul Fahmi mengatakan, tim Satlak PON telah menggelar rapat bersama Binpres KONI Riau terkait penyusunan konsep program persiapan PON yang juga menyesuaikan ketersediaan anggaran dengan jumlah atlet yang lolos PON. Penyusunan program akan meliputi rancangan kapan akan di mulainya TC berjalan, TC penuh, try out serta jadwal kapan akan dimulainya program tersebut.
Dari ketersediaan anggaran ada beberap alternatif yang masih belum di finalkan kemungkinan untuk TC berjalan digelar selama 5 bulan dan TC penuh 1 bulan sebelum keberangkatan ditargetkan pada bulan Februari akhir atau awal maret Program TC berjalan bisa dilaksanakan.
"Kemungkinan ada treatmen yang lebih kongkrit yang dipersiapkan untuk PON nanti, akan ada pemeriksaan kondisi fisik atlet dan kesehatan, dan juga fisikologi yang dilakukan secara bertahap yakni sebelum TC berjalan, setelah TC berjalan serta pengecekan akhir sebelum berangkat PON," Ujar Khairul Fahmi, Senin (29/1).
Sementara itu, terkait permintaan dari Cabor untuk menggelar TC sejak awal, KONI Riau tengah menyusun konsep dengan ketersediaan anggaran yang ada, serta menyesuaikan jumlah atlet yang lolos PON untuk itu harus dihitung dengan data yang sebenarnya. Tim satlak juga telah menggelar rapat terkait kapan akan di mulai TC berjalan, berapa dan kapan untuk TC penuh dilaksanakan.
"Lagi kita godok mungkin dari ketersediaan anggaran ada beberapa alternatif yang masih belum di finalkan. Kemungkinan untuk TC berjalan di gelar selama 5 bulan dan TC penuh 1 bulan. Mudah-mudahan di Februari akhir atau awal maret bisa dilaksanakan. Mungkin ada treatmen yang lebih kongkrit yang kita persiapkan untuk PON nanti seperti akan ada pemeriksaan kondisi fisik atlet, kesehatan, dan juga sikologi yang nanti akan di kaitkan.
Khairul Fahmi berharap mudah-mudahan bisa dilaksanakan karena kaitannya dengan evaluasi KONI sudah sepakat dengan Bimpres bahwasannya ada 3 tahapan pemeriksaan kondisi atlet sebelum TC berjalan di cek dulu kondisi atlet. Kemudian, setelah TC berjalan akan dilakukan pengecekan lagi.
"Sebelum berangkat PON kembali dilakukan pengecekan terakhir kesehatan terakhir atlet kita, sehingga diharapkan atlet yang akan berangkat betul-betul ready, kondisi fisiknya bisa kita pantau," pungkasnya.
Artikel Terkait
Riau Optimis Lolos dan Bawa Medali pada Pra PON Ski Air di Sumut
Tiga Atlet Ski Air Pekanbaru Lolos ke PON XXI 2024
GABSI Riau Targetkan Lolos Menuju PON Aceh-Sumut 2024
Atlet Wushu Asal Rohil Wakili Riau di Pra Pon Bali, Dapat Juara 2
Lepas Atlet PBDI Menuju Babak Kualifikasi PON XXI 2023, Ini yang Disampaikan Kadispora Riau
Bantu Persambi Riau Persiapkan Atlet Menuju Kualifikasi PON 2023, Ini Bantuan yang Diberikan Bank BJB
Babak Kualifikasi PON Aceh-Sumut, Riau Lolos 143 Atlet
Ini Penjelasan KONI Riau Terkait Dana Porwil Rp19,9 M dan Anggaran Rutin 47 M
2 Atlet Sepak Takraw Peraih Medali di Asian Games Tiba di Pekanbaru, KONI Riau Sambut Gembira
Wagubri Edy Natar Membuka Musyawarah KONI Riau, Begini penjelasannya
Musprovlub KONI Riau, Agendakan Dua Tuan Rumah Porprov 2026 Dumai dan Siak
Perbaikan Sudah Maksimal, KONI dan Dispora Riau Pastikan Venue Porwil XI Sumatera Siap Pakai
Ketua KONI Riau Cek Latihan Tim Sepakbola Porwil XI
Optimis Sepakbola Lolos PON, Iskandar Hoesin: Jadilah Petarung Tanpa Kenal Lelah
Ketua KONI Pekanbaru Tutup Turnamen Futsal STAI Al-Kifayah
Penantian 31 Tahun, Tim Sepakbola Riau Catatkan Sejarah Lolos PON Aceh - Sumut
Ketum KONI Pusat: Porwil XI Sumatera di Riau Tidak Kalah dengan Sea Games Kamboja
Renang Jadi Lumbung Emas, Ketua KONI Optimis Riau Juara Umum Porwil XI Sumatera
Persiapan PON 2024 Atlet Riau Ikut Pembinaan Prestasi
Pengurus KONI Dumai Resmi Dilantik, Ini Kata Ketum Iskandar Hoesin