RIAUMAKMUR.COM - Indragiri Hilir masih mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti rumah sakit. Total PAD Inhil tahun 2023 baru mencapai Rp 193,6 Miliar.
Meski masih kecil, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus berupaya dalam mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bentuk desentralisasi dalam mengembangkan kemandirian daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Inhil Fadillah melalui Kabid Perencanaan Pengembangan, Hukum dan Kerja Sama dan Pembukuan Pendapatan Daerah Budi Suprianto, Jumat (2/2/2024) mengatakan, progres realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Inhil tahun 2023 lalu terhitung dari 1 Januari hingga 31 Desember 2023 didapati sebesar 96,45 persen atau setara Rp 193,6 miliar.
Baca Juga: Dishub Kejar Target PAD Parkir Rp16 Miliar Tahun 2023
"Target dan realisasi penerimaan asli daerah (PAD) tahun 2023 sebesar 96,45 persen," kata Budi Suprianto.
Lebih lanjut Budi Suprianto menjelaskan, sektor penyumbang terbesar dari pendapatan asli daerah (PAD) masih didominasi dari sektor pendapatan lain-lain yang sah, yaitu sebesar Rp 127,1 miliar. Salah satunya berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Sektor Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti Rumah Sakit dan Puskesmas masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah," lanjut Budi.
Adapun target sektor penerimaan PAD yang bersumber dari sektor pajak daerah mengalami peningkatan sebesar 101,79% atau senilai Rp 48,3 miliar. Sementara untuk sektor pendapatan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, berada di angka sebesar 97,33 persen atau senilai Rp 14,1 miliar.
Untuk pendapatan pada sektor Retribusi Daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah yang dikelola oleh Pemkab Inhil masih relatif kecil hanya berada di angka Rp 4,0 miliar atau hanya mencapai progres senilai 77,68 persen.
Namun demikian Budi menjelaskan, Pemkab Inhil melalui Badan Pendapatan Daerah akan berusaha mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah dengan melakukan berbagai inovasi dan menyusun regulasi agar penerimaan PAD dapat di maksimalkan.
"Untuk ke depan kita akan lakukan inovasi agar potensi-potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan dengan baik, selain itu kita terus mengajak kepada masyarakat terutama wajib pajak agar mau melaksanakan kewajibannya dalam hal membayar pajak kepada daerah,’’ tutup Budi Suprianto.
Artikel Terkait
Takluk Hanya Dalam Waktu 28 Menit dari Pasangan China, Bagas/Fikri Gagal Melaju ke Final Thailand Masters 2024
Agensi Bantah Kim Jiwoong Mengumpat Saat Selesai Fancall Bersama Penggemar, Netizen Korea Tanggapi Dingin
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Riau Periode 2023-2027 Resmi Dilantik PEKANBARU - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) periode 2023-2027
Baru Tayang, Drachin Amidst a Snowstorm of Love Trending Hingga Banjir Pujian Netizen: Akting Wu Lei dan Zhao Jinmai Buat Karakternya Hidup
Ana/Tiwi dan Rehan/Lisa Dibabat Tuan Rumah Straight Game, Wakil Indonesia di Thailand Masters 2024 Habis
Eksponen Muda Muhammadiyah Riau Deklarasi Dukung Prabowo Gibran, Riau Jadi Provinsi yang ke-29
Presiden Jokowi Ajak GP Ansor Turut Sukseskan Pemilu 2024
Tim PSPS Riau Dibubarkan, Begini Penjelasannya
Pejalan Kaki di Pekanbaru Tewas Usai Ditabrak, Ini Kata Polisi
Dzulfikar: Pemuda Muhammadiyah Riau Harus Bisa Ciptakan Pemilu Damai