RIAUMAKMUR.COM-, Salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Puskesmas Awayan adalah Montada (Monitoring Tanggal Obat Kadaluarsa) yang digagas oleh Apt. Misiana Winda Irianti, S.Farm yang menjabat sebagai Apoteker Puskesmas Awayan dalam rangka peningkatan layanan kefarmasian.
dr Winphy Prasetyo selaku Kepala Puskesmas Awayan mengungkapkan, ide inovasi ini berawal dari tujuan penerapan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi tolak ukur dan pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan sediaan farmasi dan BMHP yang efisien, efektif dan rasional.
Kemudian juga meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan.
Baca Juga: Puskesmas di Lumajang Tetap Siaga selama Ramadan, Pelayanan Kesehatan 24 Jam Non-Stop
"Berdasarkan hasil analisis pada lembar stok opname perbekalan farmasi, pencatatan jumlah stok obat melalui kegiatan stok opname (pencatatan dan penyesuaian jumlah stok) dilakukan setiap akhir bulan namun karena kurangnya tenaga kefarmasian yang bertugas, monitoring tanggal kadaluarsa obat yang mendekati tanggal kadaluarsa tidak dapat dilakukan dengan optimal, seperti tidak adanya penandaan khusus untuk obat yang mendekati kadaluarsa tiga sampai enam bulan sebelum tanggal kadaluwarsa pada rak penyimpanan obat di ruang farmasi ataupun di gudang obat," jelasnya.
Lebih lanjut, menurutnya, pengelolaan obat yang telah melewati tanggal kadaluarsanya juga kurang optimal menyebabkan penumpukan obat kadaluarsa yang disimpan di satu gudang obat yang sama dengan penyimpanan obat lainnya.
Berdasarkan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) pada bulan Januari hingga Maret 2023 di UPTD Puskesmas Awayan ditemukan obat kadaluarsa dalam jumlah yang cukup banyak yaitu terdapat 1.815 tablet, 67 salep dan 10 sirup yang telah melewati kadaluarsa
Baca Juga: Ramadan Momentum Meningkatkan Kebersamaan Masyarakat
“Kami berharap dengan adanya inovasi ini stok obat yang kadaluarsa sedikit berkurang dan pemakaian obat bisa lebih efektif dan efisien ke depannya," ujarnya.
Sementara itu, Apt. Misiana Winda Irianti, S.Farm menambahkan ide inovasi ini disusun untuk memberikan gagasan pemecahan isu yang tepat agar obat yang kadaluarsa tidak terdistribusi ke pasien dan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan misi puskesmas yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.
Uji coba dilaksanakan 2023, setelah koordinasi dengan kepala puskesmas dan berkoordinasi dan dilakukan di ruang farmasi dan Gudang Obat UPTD Puskesmas Awayan.
Baca Juga: Cara Mengatasi Malaria dengan Obat Herbal, Panduan Lengkap
"Melalui inovasi ini kami mampu meningkatkan pengelolaan obat melalui monitoring tanggal kadaluarsa obat yang sesuai standar pelayanan kefarmasian, sehingga mengurangi penumpukan obat kadaluarsa serta meningkatkan keamanan obat bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Awayan,"tambahnya. ***
Artikel Terkait
Buka Ramadan Berkah RSI Bersama Puan Aspekraf, Ini Harapan Kadis Pariwisata Riau
Pemprov DKI Jakarta Peduli Masyarakat dengan Gelar Pasar Murah
Sekda Kalteng Apresiasi PMI Gumas Selenggarakan Operasi Katarak Gratis
Terdampak Erupsi Marapi, 478 Petani Terima Bantuan Beras Cadangan Pangan Pemprov
Donggala Tangkal Stunting dengan Budikdamber
Festival Lancang Kuning Bakal Digelar di Kota Bertuah
Pawai Ogoh-ogoh di Senduro, Menggugah Jiwa Spiritual dan Pesona Budaya Lumajang
Harga Cabai Merah di Pasar Senapelan Pekanbaru Turun, Emak-emak Harus Tahu!
Ramadan Momentum Meningkatkan Kebersamaan Masyarakat
Puskesmas di Lumajang Tetap Siaga selama Ramadan, Pelayanan Kesehatan 24 Jam Non-Stop