Majelis Adat Dayak Nasional Kawal dan Dukung Pembangunan IKN

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Kamis, 21 Maret 2024 | 13:46 WIB
Suasana istana presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/2/2024). Sekretaris Otorita IKN Achmad Jaka Santos mengatakan bahwa saat ini progres pembangunan istana presiden di IKN telah mencapai 54 persen dan diproyeksi siap digunakan untuk menggel
Suasana istana presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/2/2024). Sekretaris Otorita IKN Achmad Jaka Santos mengatakan bahwa saat ini progres pembangunan istana presiden di IKN telah mencapai 54 persen dan diproyeksi siap digunakan untuk menggel

RIAUMAKMUR.CON- Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) ikut mengawal pembangunan ibu kota negara baru Indonesia bernama Nusantara (IKN) pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

"MADN ikut kawal pembangunan ibu kota negara baru Indonesia, komitmen kami dukung dan sukseskan pembangunan," tegas Wakil Presiden Urusan Internal MADN Andersius Namsi di Penajam, Rabu (20/3/2024), seperti dilansir dari ANTARA..

Suku Dayak melalui organisasi MADN, lanjut dia, telah membuat deklarasi bersama yang menyatakan mendukung pembangunan Kota Nusantara di Kaltim.

Baca Juga: Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Pekanbaru Utus 60 Peserta ke Olimpiade Ahmad Dahlan

Sehingga tidak sependapat dengan Panglima Pajaji, kata dia lagi, yang mengutuk proyek pembangunan ibu kota negara masa depan Indonesia di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Panglima Pajaji disebut sebagai pemimpin pasukan Pantak Padagi Borneo.

Berbeda pendapat dan melakukan kritik itu boleh saja tetapi kritik yang disampaikan kritik yang membangun dan ada solusi, menurut dia, bukan cenderung ke arah salah sasaran.

Panglima Dayak, jelas dia pula, memiliki tugas mengawal dan memastikan masyarakat adat Dayak tetap aman dan dapat bekerja dengan baik.

Baca Juga: Bertemu Ketua Majelis Nasional Vietnam, Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Energi Terbarukan hingga Antarparlemen

"Silahkan melakukan kritik, tetapi kami harapkan kritik dilakukan sesuai adat budaya Dayak," tambahnya.

Pembangunan ibu kota negara baru Indonesia menjadikan kondisi lebih baik, ungkap dia, seperti infrastruktur jalan sekarang kondisinya baik dan mulus, sebelumnya rusak parah tidak tersentuh perbaikan.

Kehidupan ekonomi masyarakat lokal yang sehari-hari bekerja sebagai petani kebun dan sawah juga berkembang lebih baik, karena dapat menjual hasil pertanian dengan mudah dan memperoleh pendapatan cukup signifikan.

Baca Juga: Pesan Gubri Syamsuar dalam Majelis Zikir Milad ke-53 LAMR, Jati Diri Masyarakat Melayu Harus Terjaga

Sebagian warga lokal di kawasan Kota Nusantara itu adalah masyarakat Dayak Paser, Balik dan Kenyah, dan sebagai tokoh masyarakat Dayak senang melihat perubahan yang terjadi, demikian Andersius Namsi mengungkapkan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X