Ketua MPR Apresiasi Kementan Tingkatkan Alokasi Bantuan Subsidi Pupuk bagi Petani

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Selasa, 2 April 2024 | 11:39 WIB
Ketua MPR Apresiasi Kementan Tingkatkan Alokasi Bantuan Subsidi Pupuk bagi Petani  : Foto: Humas Kementan
Ketua MPR Apresiasi Kementan Tingkatkan Alokasi Bantuan Subsidi Pupuk bagi Petani : Foto: Humas Kementan

RIAUMAKMUR.COM- Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan kementerian pertanian (Kementan) dalam mengatasi berbagai masalah terkait ketahanan pangan nasional.

Salah satunya dengan memberikan penambahan bantuan alokasi subsidi pupuk untuk petani seluruh Indonesia sebesar Rp28 triliun. Dengan tambahan tersebut total anggaran pupuk bersubsidi di 2023 menjadi sebesar Rp54 triliun.

"Salah satu persoalan terbesar yang dihadapi para petani adalah masalah pupuk. Kebijakan Kementan menambahkan alokasi anggaran untuk subsidi pupuk bagi para petani sudah tepat.

Baca Juga: Ini Langkah Strategis Mentan untuk Mempercepat Pengadaan Alsintan

Masalah pupuk memang harus diprioritaskan agar petani kembali bergairah dan bersemangat untuk meningkatkan produksinya," ujar Bamsoet usai bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Bamsoet menjelaskan, melalui penambahan anggaran itu, alokasi pupuk subsidi bagi petani mencapai 9,55 juta ton. Volume pupuk bersubsidi pada 2024 meliputi pupuk kimia dan organik untuk sembilan jenis komoditas. Seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao.

"Kementan dapat melibatkan inspektorat untuk mengawasi realisasi dari penambahan alokasi pupuk bersubsidi tersebut. Sehingga, subsidi pupuk yang diberikan tepat sasaran dan bermanfaat bagi petani di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kementan Pompanisasi Sawah Tadah Hujan di Banten

Kementan juga harus memastikan penambahan alokasi pupuk bersubsidi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dengan memprioritaskan penanaman pangan unggulan di masing-masing wilayah," kata Bamsoet.

Bamsoet juga meminta Kementan memastikan alokasi pupuk bersubsidi mengacu pada rekomendasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian/BSIP Kementan. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan rancangan alokasi di masing-masing daerah sesuai data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok/e-RDKK 2024.

"Untuk mewujudkan ketahanan pangan, Kementan perlu mengakselerasi masa tanam agar Indonesia bisa mewujudkan swasembada pangan.

Baca Juga: Stabilkan Harga Jagung, Kementan akan Mengunci Impor Jagung

Pemerintah bersama stakeholders terkait juga perlu untuk terus memperkuat pengawasan kios maupun distributor penyalur pupuk subsidi agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan," pungkas Bamsoet. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X