RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Rembang kembali menggelar tradisi Thong thong lek , Minggu malam 7 April 2024. Belasan ribu orang tampak memadati alun- alun Rembang tempat pelaksanaan festival itu. Belasan kelompok saling bersaing menjadi yang terbaik, sekaligus memberikan hiburan untuk masyarakat.
Thong- thong lek tahun ini tidak diiringi dengan alat musik modern. Peserta mengandalkan instrumen alat musik dari bambu, gamelan, kemudian dipadu dengan kreasi koreografi.
Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz menyampaikan festival Thong-thong lek digelar di alun- alun Rembang, tidak diiringi musik modern untuk mengembalikan orisinalitasnya. Keaslian yang dimaksud yaitu tanpa adanya alunan alat musik modern.
Baca Juga: Penerapan One Way di Agam Berlangsung Aman Lancar
"Nah ini kita mencoba untuk menghargai masyarakat yang ingin tahu seperti apa originalnya Thong- thong lek. Malam ini dibuktikan tanpa alat musik modern ternyata juga indah sekali, " ungkapnya.
Namun demikian, Bupati menyebut bisa saja tahun depan akan dikolaborasikan dengan alat musik modern, begitupun ke depannya bisa kembali original lagi. Pemkab akan terus melestarikan tradisi ini dengan lebih baik.
Taqim salah satu penonton Thong thong lek menuturkan sejak pukul 19.00 WIB sudah berada di alun- alun bersama teman- temannya. Ia yang juga fans Difarina Indra mengaku sangat terhibur dengan festival ini.
Baca Juga: Mereka yang Tetap Berjaga Saat Warga Suka Cita Berhari Raya
"Enak juga santai duduk nontonnya tidak berdesak- desakan, lebih aman. Kebetulan ngefans juga dengan Difarina Indra, jadi nonton aksi peserta juga Difarina nyanyi, " ungkapnya.
Sementara itu, juara harapan pertama diraih New Arkasa dari Desa Karangsekar, Kecamatan Kaliori dengan nilai 2.150, juara harapan kedua diraih Repandec dari Desa Pandean Rembang dengan nilai 1.900, dan juara harapan ketiga diraih Rejeng dari Kelurahan Pacar Rembang dengan nilai 1.850.
Keluar sebagai juara festival Thong-thong lek 2024 ini yaitu juara satu Cah Mboleyong dari Desa Sudo Kecamatan Sulang (nilai 2.400), juara dua Mbah Joget dari Lasem (2.350), dan juara tiga Gondorase dari Desa Banyudono Kecamatan Kaliori (2.250). ***
Artikel Terkait
Layanan Face Recognition Permudah Proses Boarding Pemudik di Stasiun Gambir
Yogyakarta Dominasi Tujuan Pemudik dari Stasiun Gambir
Libur Lebaran, Otoritas di Labuan Bajo Beri Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
Komoditas Daging Masih Diminati meski Dibanderol Rp160 Ribu Per Kg
Mereka yang Tetap Berjaga Saat Warga Suka Cita Berhari Raya
Banjir Bandang di Kecamatan Tolinggula, Dinkes Provinsi Gorontalo Turunkan Tim RHA
Patroli Udara TNl AL Pantau Arus Mudik di Penyeberangan Banyuwangi-Bali Aman Lancar
133 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran di Pemukiman Padat Penduduk
Dua Doktor Bakal Calon Wali Kota Pekanbaru Ini Bertemu, Bahas Kemungkinan Koalisi PKS - PKB di Pilwako?
Penerapan One Way di Agam Berlangsung Aman Lancar