RIAUMAKMUR.COM - Rektor Unilak Riau Prof Dr Junaidi memberikan dukungan untuk program literasi digital sektor pendidikan bagi mahasiswa (genZ). Hal ini ia sampaikan saat membuka kegiatan Roadshow literasi digital sektor pendidikan.
Kegiatan tersebut mengusung tema "membangun jejak digital yang positif; literasi digital untuk generasi masa depan,". Diselenggarkan oleh Kementerian Kominfo, Pemprov Riau, relawan digital Riau dan Unilak, pada Selasa (23/4) di aula Pustaka Soeman HS, Pekanbaru, Riau.
Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa, dari berbagai fakultas di Unilak dan mahasiswa undangan dari beberapa kampus di Riau. Mengundang narasumber Fajar Eri Dianto, Wahyu Ari Sandi, dan Alfi Syafaati.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE MM, Kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Mimi Yuliani Nazir, Bambang Tri Ketua Tim Literasi Sektor Pendidikan Kementerian Kominfo.
Prof Junaidi dalam sambutannya, mendukung program literasi digital pada generasi muda, termasuk mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, perkembangan digital saat ini sudah sangat pesat.
Saat ini, kata dia, jutaan informasi tersaji dan dapat diakses dengan mudah di telepon seluler. Anak-anak yang lahir di tahun 2000an berada pada perkembangan teknologi digital semakin pesat.
Baca Juga: Wakil Rektor III Unilak Berharap Unilak Archery Club Lahirkan Atlet Panahan Nasional
"Ada informasi yang bermanfaat juga ada ribuan informasi bohong/hoax yang tersaji. Sehingga kita perlu menyadari agar tidak menjadi korban dunia digital. Kita harus bersahabat dengan perkembangan digital. Yang positif perlu kita ambil manfaatnya," ucapnya.
"Saat ini jangan sampai media sosial yang mengendalikan kita. Tapi kita yang harus mengendalikan diri. Hati-hati, jangan setiap hal-hal yang negatif diposting di media sosial, dikit-dikit di uplod, maka itu akan menjadi jejak digital diri," ujarnya.
Saat ini, kata Junaidi, banyak perusahaan yang melakukan rekruetmen melalui media sosial, perilaku bermedia sosial. Ia mengajak agar warganet bisa mengunggah jejak digital dengan hal-hal positif.
Baca Juga: Magister Akuntansi Resmi Berdiri di Unilak, Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah dibuka
"Saat ini media sosial bisa menjadi representasi diri pada hari ini. Maka saya berpesan pentingya prinsip saring sebelum sharing," ujarnya.
Prof Junadi turut memberikan tips bijak dan beretika dalam dunia digital di antaranya, bijaksana dalam meneruskan informasi yang diterima, jangan asal menyebarkan, gunakan bahasa sopan dan hindari kata multitafsir.
"Lalu, hindari penyebaran informasi sensitif diantaranya isu sara, pornografi, kekerasan, Pentingnya menghargai hasil karya orang lain, serta meminimalisir penyebaran informasi pribadi," tandasnya. ***
Artikel Terkait
20 Mahasiswa Berprestasi Unilak Pekanbaru Terima Penghargaan dari Rektor Junaidi
Tokoh Muda Pekanbaru Ridho Ikhsan Dukung Program LDKS Unilak
PMB Universitas Lancang Kuning 2024: Jadwal, Jalur Masuk, Syarat Hingga Keuntungan Daftar Kuliah di Unilak Pekanbaru Riau
Unilak Pekanbaru Pertahankan Klaster Utama Perguruan Tinggi Versi Kementerian Pendidikan
Daftar Nama Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan dan Kaprodi Yang Dilantik di Unilak Pekanbaru Riau
Pemprov Riau Terima Audiensi Hima Teknik Sipil Unilak, Berikut Pembahasannya
Prof Dr Irwan Effendi Lantik Empat Dekan Unilak Riau Masa Jabatan 2024-2028
Magister Akuntansi Resmi Berdiri di Unilak, Pendaftaran Mahasiswa Baru Telah dibuka
Wakil Rektor III Unilak Berharap Unilak Archery Club Lahirkan Atlet Panahan Nasional
Unilak, Papeindo dan Dr Karmila Sari Berbuka Puasa dan Salurkan Bantuan untuk Anak Panti Asuhan Al Hasanah