RIAUMAKMUR.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur memberikan Layanan Dukungan Psikososial (PSS) di SDN 368 Gresik dan TK PGRI, Minu 30 Asyiqiyah dan RA Asiqiyah Teluk Jati Dawang Kecamatan Tambak Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur.
Mengutip laman PMI Jatim Selasa (23/4/2024), ada beberapa kegiatan Layanan Dukungan Psikososial di antaranya yaitu Murid TK melaksanakan kegiatan menggambar, Murid SD melaksanakan ekspresif kreatif seperti gerak dan lagu serta bermain bersama.
Tim yang beranggotakan 6 personel ini melaksanakan kegiatan dukungan psikososial yang bertujuan untuk mengurangi dampak psikologis berupa rasa takut dan cemas pada penyintas gempa bumi. Tujuan kegiatan tersebut adalah agar masyarakat bisa cepat pulih dengan kembali beraktivitas seperti sebelum adanya kejadian gempa bumi.
Baca Juga: Sekda Kalteng Apresiasi PMI Gumas Selenggarakan Operasi Katarak Gratis
Sasaran kegiatan PSS yaitu di kelompok rentan yaitu bagian dari masyarakat yang terdampak oleh bencana, seperti, anak-Anak, remaja, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok dewasa, baik itu perempuan ataupun laki-laki.
“Anak-anak masih mengalami rasa takut terutama pada saat masuk ke dalam rumah atau ruang kelas di sekolah, sehingga di sekolah pun pembelajaran pasca gempa dilaksanakan di luar ruangan guna menciptakan rasa aman dan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan ketika terjadi gempa susulan karena ruangan di sekolah pun sudah rusak sehingga rawan untuk roboh bangunannya,” ujar Guru di TK PGRI Teluk Jati Dawang, Rosida.
Ia juga menyampaikan kegiatan PSS yang dilaksanakan oleh PMI bermanfaat untuk murid di TK PGRI Jati Dawang, karena murid-muridnya tampak sangat ceria dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: BRIN Lakukan Pemetaan Sesar di Pulai Jawa untuk Hadapi Potensi Bencana Gempa
Koordinator PSS, Elvana Kusdijanto menyampaikan pasca gempa kelompok rentan yang paling terdampak dalam segi psikologis yaitu anak-anak karena masih belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan, sehingga perlunya adanya dukungan berupa psikososial untuk bisa membantu mengurangi dampak gangguan psikologis pada anak pasca gempa.
Ia juga menyampaikan anak-anak tersebut cepat pulih asalkan mendapatkan dukungan dari orang sekitar seperti keluarga maupun guru di sekolahnya.
Adanya dukungan tersebut akan memberikan rasa aman dan dapat membantu anak-anak yang mengalami rasa takut mudah untuk menjadi pulih kembali dan dapat menjalankan aktivitas normalnya kembali.
Baca Juga: Update Gempa Tuban, 143 Kepala Keluarga Terdampak
Ia pun berharap guru sebagai agent of change yang ada di sekolah bisa menjadi leader terhadap murid-murid untuk memulihkan dampak psikologis pasca terjadinya gempa di Bawean. ***
Artikel Terkait
Ramaikan Dumai Expo 2024, PT KPI Unit Dumai Tampilkan Maket Kilang dan Edukasi Jenis-Jenis BBM ke Masyarakat
OJK Riau Gelar Coaching Clinic Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen Bagi 38 PUJK di Riau
Satukan Kim Seonho dan Go Younjung, Drama Baru Garapan Hong Sisters Ini Dikonfirmasi Akan Tayang di Netflix
Bertabur Bintang, Netizen Korea Ternyata Juga Antusias Tunggu Drama Legendaris Scarlet Heart yang Akan Diremake Versi Thailand
Selesaikan Syuting, Ini Sinopsis Drama Remaja Always Home yang Dibintangi Zhai Xiaowen, Yang Xizi dan Zhou Keyu
Peringati Hari Bumi, Pemkab Nagan Raya Aceh Gandeng LSM Gelar Baksos
Gabungan Organisasi Wanita Kota Mojokerto Gelar Donor Darah
Lantik Lima Anggota KIP Periode 2024-2029, Pj Bupati Nagan Raya Aceh Minta Jaga Netralitas
PLN Nusantara Power Sukses Kurangi 17 Juta Ton Emisi CO2
Jelang Evaluasi di Kemendagri, Pj. Bupati Sinjai Gelar Pertemuan dengan Jajarannya