Pengintegrasian Gender Untuk Wujudkan Kesetaraan dan Keadilan dalam Pembangunan

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Sabtu, 27 April 2024 | 14:03 WIB
Penganggaran Responsif Gender, DSPPKBPPPA Gelar Advokasi Penyusunan GAP dan GBS 2025, Foto : Diskominfo Padang Panjang
Penganggaran Responsif Gender, DSPPKBPPPA Gelar Advokasi Penyusunan GAP dan GBS 2025, Foto : Diskominfo Padang Panjang

RIAUMAKMUR.COM  - Sebagai upaya mendorong perencanaan dan penganggaran program kegiatan yang responsif gender, Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA) Kota Padang Panjang gelar Advokasi Penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) 2025 bagi OPD di Aula Bappeda, Kamis (25/4/2024).

Kepala DSPPKBPPPA, Osman Bin Nur, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) melalui metode GAP dan GBS.

Pengintegrasian gender dalam program pembangunan bertujuan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di berbagai bidang pembangunan. Sehingga tercipta pembangunan daerah yang berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat yang partisipatif,” sebutnya.

Baca Juga: Setelah Mingyu - Lisa, Interaksi Tak Terduga Antara Woozi Seventeen dan Jennie BLACKPINK Ini Buat Netizen Korea Kaget: Sejak Kapan Mereka Berteman?

Osman mengungkapkan, pengarusutamaan gender merupakan strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi salah satu dimensi integral dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman para focal point terhadap penyusunan GAP dan GBS untuk dijadikan acuan dalam proses perencanaan dan penganggaran program kegiatan yang responsif. Kita berharap kegiatan ini mampu menjadi salah satu solusi untuk meminimalisasi kesenjangan gender. Sehingga dapat mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di berbagai sektor pembangunan,” ujarnya.

Ditambahkan Osman, kegiatan ini diikuti 46 peserta yang terdiri dari 23 OPD dan akan berlangsung selama dua hari ke depan dengan menghadirkan pemateri dari Widyaiswara Diklat Provinsi Sumatra Barat, Herita Dewi.

Baca Juga: World Water Forum ke-10 Majukan UMKM dan Pariwisata Indonesia

“Saya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga tersusun analisa anggaran yang responsif gender. Setelah selesai nantinya, diharapkan dapat menindaklanjutinya di OPD masing-masing,” tutupnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X