RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berharap Focus Group Discussion (FGD) tentang sinkronasi kebijakan kesejahteraan rakyat bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata tahun 2024 dapat membentuk santri unggulan. FGD tersebut mengambil sub tema pengembangan pondok pesantren yang ada di Riau.
"Dari FGD ini, jangan hanya hasil usulannya saja kita berikan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait tapi tidak ada tindak lanjutnya. FGD ini diharapakan bisa bentuk santri unggul di Provinsi Riau," ujar Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani.
Elly mengatakan, dalam upaya mendukung pengembangan pesantren ke arah yang lebih baik, Pemerintah Daerah (Pemda)bisa memberi kontribusi berupa pemberian fasilitas berbasis teknologi. Fasilitas tersebut tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi salah satu kewenangan yang bisa diberikan oleh Pemda.
Baca Juga: 8 Mei, Pemprov Kalsel Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana
Elly melanjutkan, selain fasilitas tersebut, Pemda juga bisa menjadi payung hukum dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia yang mandiri dan berkemampuan. Tak hanya itu, para santri nantinya akan menjadi masyarakat yang berakhlak dengan dasar agama yang kuat.
"Kalau hanya pintar saja atau berhasil saja, namun tidak berakhlak, tidak ditopang dasar agama, bisa jadi hidupnya sia-sia," ucapnya di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Selasa (30/4/2024).
Elly berharap, FGD ini dapat menjadi wadah bagi para OPD untuk bisa bertukar pikiran, saling memberi masukan, dan menambah wawasan. Sehingga, sesuatu yang konkret dapat disimpulkan secara pasti pada akhirnya.
Baca Juga: FGD Akselerasi Program PSR, Pemprov Kalsel Wujudkan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan
Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Riau, Sapuan Muhajir mengatakan, di Riau sudah berdiri lebih dari 500 pondok pesantren. Ia menyimpulkan bahwa telah terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan.
Sapuan menjelaskan, saat seseorang mendengar kata pesantren, mereka akan memikirkan hal seperti berebut kamar mandi, santri yang sakit kulit, dan hal-hal yang kurang menyenangkan lainnya. Namun, ia menjelaskan bahwa pesantren lebih dari sekadar itu.
"Kita hidup tidak sebatas pendidikan tinggi, pemimpin hebat bukan hanya kemampuannya mengatur sesuatu, tapi dilandasi dengan akhlak yang baik. Bangsa kita butuh irang dengan mental dari pondok pesantren," terangnya.
Sapuan menambahkan, untuk itulah butuh komitmen bersama antar lintas sektoral untuk bersinergi dan berkolaborasi. Sehingga, pemecahan masalahan dalam pemerintahan di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata dapat terwujud. ***
Artikel Terkait
Pemprov Jatim Luncurkan Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT
Pemprov Riau Sediakan 150 Stand UMKM Gratis di Gernas BBI dan BBWI, Begini Cara Daftarnya
Pemprov Kalteng Laksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII 2024
Pemprov Kalsel Telah Perbaiki Ruas Jalan Lampihong-Paringin
Gubernur Jambi Sampaikan Penjelasan Atas Capaian Pembangunan Pemprov kepada DPRD
Menjadi Wahana Penggali Potensi, Pemprov Kalsel Selenggatakan Belajar Bersama Maestro Kalsel
Sudah 90 Persen Lebih, Penetapan NIP PPPK Pemprov Riau Tahun 2023 Hampir Rampung
Pemprov Jatim Apresiasi Program Beasiswa S2 Kominfo Dalam dan Luar Negeri 2024
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Pemprov Jatim Pilih Lumajang sebagai Lokasi Rapat Evaluasi APBD
8 Mei, Pemprov Kalsel Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana