BRIN Paparkan Model Tiga Dimensi Wujudkan Kota Pintar

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 4 Mei 2024 | 08:00 WIB
Penjelasan Model Kota 3D oleh Peneliti Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI), Suhud, dalam webinar PRSDI Series #3, bertajuk
Penjelasan Model Kota 3D oleh Peneliti Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI), Suhud, dalam webinar PRSDI Series #3, bertajuk

RIAUMAKMUR.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional menjelaskan pemanfaatan model tiga dimensi sebagai simulasi untuk mengembangkan sebuah perkotaan supaya bisa menjadi kota pintar atau smart city.

Hal itu disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ridwan Suhud dalam webinar PRSDI Series #3, bertajuk "NEXT-GEN TECHNOLOGIES: Digital Twin Cities, Software Development for Digital Transformation and AR in Education," yang diselenggarakan pada Selasa (30/4/2024). Ia menyatakan, penggunaan model kota 3D dimanfaatkan untuk tata kelola kota, sebagai representasi virtual yang canggih dari area perkotaan.

"Model kota 3D memfasilitasi simulasi pengembangan perkotaan, pengelolaan lalu lintas, respons bencana, dan pemantauan lingkungan. Sehingga, bertindak sebagai alat yang kuat dalam inisiatif kota pintar untuk masa depan perkotaan yang berkelanjutan dan tangguh," kata Suhud dikutip dari www.brin.go.id, Jumat (3/5/2024).

Baca Juga: Kata BRIN, Ada 295 Patahan Aktif di Pulau Jawa

Ia menjelaskan, sebagai bagian dari digital twin, model kota 3D mencakup representasi tiga dimensi yang detail dari bangunan-bangunan kota, infrastruktur, jaringan, dan aset fisik lainnya yang relevan. Diperkaya data real time yang dikumpulkan dari berbagai sensor dan titik data di seluruh kota.

Hal itu akan memungkinkan untuk perencana kota, pembuat kebijakan, dan layanan publik memvisualisasikan, memantau, dan menganalisis dinamika kompleks kehidupan kota.

“Selain itu juga meningkatkan tata kelola kota melalui peningkatan kemampuan pengambilan keputusan, yang memungkinkan perencanaan kota lebih baik, efisiensi operasional, dan layanan yang lebih responsif,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Kalsel Melakukan Penanaman Tumbuhan Langka Bersama Wakil Kepala BRIN RI

Koordinator Divisi Analisis, Lead Tribe Citizen Engagement & Service, Jabar Digital Services, Rian Adrian, turut mengatakan, penelitian User-Centered Design (UCD) for Digital Innovation in the Public Sector membahas pendekatan untuk merancang produk dan sistem yang menempatkan kebutuhan, tujuan, dan preferensi pengguna sebagai pusat proses desain.

"Tujuannya untuk menciptakan produk yang dapat digunakan, efisien, dan menyenangkan bagi pengguna untuk layanan publik lebih baik dan kepuasaan masyarakat meningkat," ujar Adrian. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X