RIAUMAKMUR.COM - Biro Organisasi Setda Provinsi Gorontalo melalui Bagian Tatalaksana dan Pelayanan Publik melaksanakan pendampingan awal bagi organisasi perangkat daerah unit lokus penilaian Ombudsman serta unit lokus evaluasi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) tahun 2024, Rabu (8/5//2024).
Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Gorontalo Sri Wahyuni D Matona di Ruang Reformasi.
Menurut Sri Wahyuni, standar pelayanan merupakan pedoman penyelenggaraan layanan dan menjadi tolak ukur penilaian kualitas pelayanan yang diberikan. Pendampingan itu dalam rangka pengawasan terhadap penerapan standar pelayanan publik pada penyelenggara pelayanan publik dan mengawali tahapan kegiatan Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik serta kegiatan PEKPPP.
Sri Wahyuni menyampaikan bahwa pada kegiatan tersebut Biro Organisasi mengundang beberapa OPD terkait yang menjadi lokus penilaian dan lokus evaluasi, yakni Dinas PM-PTSP, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, RSUD Ainun Habibie, dan UPTD P3D Kabupaten Gorontalo selaku UPTD Badan Keuangan Provinsi Gorontalo serta Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo kaitannya dengan pengawalan terhadap website dan pengelolaan pengaduan melalui SP4N LAPOR.
“Pada pertemuan kali ini perlu diingatkan kembali terkait dengan hasil penyelenggaraan pelayanan publik ini. Yang pertama, untuk Ombudsman Provinsi Gorontalo pada tahun 2023 sudah berhasil meraih Zona Hijau dengan total nilai 83.36 kategori B dengan opini Kualitas Tinggi. Begitu pula hasil PEKPPP 2023, Provinsi Gorontalo berhasil meraih peringkat delapan nasional dengan rata-rata indeks pelayanan publik mencapai 4,24 pada kategori sangat baik,” papar Sri Wahyuni.
“Namun, jangan sampai kita lengah dengan nilai yang tinggi ini. Walaupun sudah berada pada nilai yang tinggi, tapi bagi lima unit lokus penilaian masih ada catatan-catatan rekomendasi yang disampaikan dari Ombudsman yang harus segera dibenahi dan dilakukan perbaikan,” katanya lagi.
Baca Juga: Ida Yulita Susanti Resmi Daftar Jadi Cawako, PKB: Pekanbaru Butuh Sentuhan Seorang Ibu
Lebih lanjut, Sri Wahyuni menegaskan ada empat dimensi penilaian, yakni dimensi input, dimensi proses, dimensi output, dan dimensi pengaduan imbuhnya.
Ia berharap semangat dari OPD untuk menyiapkan segala hal terkait dengan evidence/bukti dukungnya, sehingga ketika data-data atau evidence-nya diminta sudah siap semuanya dan dapat menggeser paradigma bahwa ini bukan hanya penilaian di atas kertas.
Artikel Terkait
Penyusunan Musrenbang Agam Menyelaraskan Musrenbang Nasional
Dedikasi Kader Posyandu Mewujudkan Kesehatan Ibu Hamil dan Anak
Kader Posyandu Berkualitas akan Memberikan Pelayanan Kesehatan Optimal
Jadwal Tayang Episode 1-36 Hingga Sinopsis Drama Kolosal Qin Junjie dan Liu Yuning 'Heroes'
Sinopsis Wo Zai Ding Feng Deng Ni, Drama Modern Youku yang Satukan Sun Zhenni dan Chen Jingke
Bikin Bangga, Aktris Cantik Zhao Lusi Dikabarkan Jadi Salah Satu Pembawa Obor di Olimpiade Paris 2024
Seisi Korea Demam Sunjae dan Im Sol, Knetz Kaget Ternyata Rating Tertinggi Drama Lovely Runner Hanya Capai Segini
PDI Perjuangan Yakin Ida Yulita Susanti Bisa Jadi Wali Kota Perempuan Pertama di Pekanbaru
Ida Yulita Susanti Resmi Daftar Jadi Cawako, PKB: Pekanbaru Butuh Sentuhan Seorang Ibu
Harumkan Nama Kampar Sejak Dulu, Ida Yulita Susanti Dapat Dukungan dari Pj Bupati Kampar Jadi Wali Kota Pekanbaru