RIAUMAKMUR.COM - Inisiasi Teaching Factory (Tefa) antara Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) di Jawa Timur dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik digelar di Ruang Rapat Putri Cempo Kantor Bupati Gresik.
Bertujuan menyatukan suara antara Pemerintah Kabupaten Gresik, PTV, dan pimpinan perusahaan Gresik khususnya KEK JIIPE, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berdiskusi mengenai kurikulum pendidikan vokasi sesuai kebutuhan lapangan.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Kabupaten Gresik memiliki sekitar 603 perusahaan. Melihat hal ini, Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik, perusahaan dapat menyerap tenaga kerja ber-KTP Gresik minimal 60 persen.
Baca Juga: KSPPS-PRI Gelar RAT 2023, Kakan Kemenag: Pilih Kepengurusan Baru Tanpa Intervensi
"Kita sudah ada peraturan daerah tentang penyerapan tenaga kerja pada Nomor 7 tahun 2022 tentang penggunaan tenaga kerja lokal minimal 60 persen di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Pudak Gresik," jelasnya, Senin (6/5/2024).
Selanjutnya, setiap perusahaan memaparkan terkait kebutuhan lapangan yang nantinya akan disesuaikan dengan pola pengajaran di PTV. Salah satu faktor yang menyebabkan masih kurangnya penyerapan di setiap perusahaan yaitu SDM yang memang belum siap bekerja.
"Sekarang masih banyak siswa-siswi yang siap untuk lulus tetapi tidak siap untuk bekerja. Maka dari itu, penyesuaian kurikulum juga menjadi hal penting," jelas Adik Dwi Putranto, Ketua Kadin Jawa Timur.
Baca Juga: Buntut Ditutupnya TPA Piyungan, Warga Sleman Dilatih Mengolah Sampahnya Sendiri
Selain itu, penerapan Teaching Factory yang merupakan model pembelajaran dengan suasana industri ke sekolah sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas industri masih menjadi langkah yang tepat, namun tetap harus membentuk SDM yang memiliki mental siap kerja.
"Harapannya tidak hanya mendapat link, tapi anak-anak Gresik bisa masuk ke perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik," tutur Achmad Washil, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik.
Menjawab suara yang disampaikan oleh para buruh pada May Day di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mengupayakan penyerapan tenaga kerja ber-KTP Gresik dapat maksimal, salah satunya dengan diskusi yang juga dihadiri oleh Heddy R. Agah selaku Ketua Pakar Tim Ekosistem Kemitraan Daerah, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Ditjen Pendidikan Vokasi serta para pimpinan perusahaan di KEK JIIPE.
Artikel Terkait
Viral Pungli Masuk Kawasan Titik Nol, Pemkab Bulukumba: Itu Tarif Resmi, Bukan Pungli
Tinjau Stand TTG di Nagan Raya, Sekda Aceh Besar Sampaikan Ini
Imigrasi Banda Aceh Sosialisasi Kebijakan Pemanfaatan dan Penyajian Data Keimigrasian
Buntut Ditutupnya TPA Piyungan, Warga Sleman Dilatih Mengolah Sampahnya Sendiri
TMMD Reguler ke-120 Kodim Nagan Raya Resmi Dibuka
Badan Keuangan Provinsi Gorontalo Sosialisasikan Penatausahaan BMD dengan Aplikasi E-BMD
KSPPS-PRI Gelar RAT 2023, Kakan Kemenag: Pilih Kepengurusan Baru Tanpa Intervensi
Ceriwis Bang Upaya Tingkatkan Daya Tarik Wisata di Balangan
Gerak Cepat Dinsos Padang Serahkan Bansos pada Korban Kebakaran
PSM Kunci Sukses Pengentasan Kemiskinan