Pemprov Papua Gelar Seminar Cinta Tanah Air

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Minggu, 2 Juni 2024 | 14:45 WIB
Foto bersama usai seminar wawasan kebangsaan bersama 300 pelajar Nabire di Aula YPK Tabernakel, Nabire, Papua Tengah, Jumat (10/5/2024). ANTARA/HO-Pemprov Papua Tengah
Foto bersama usai seminar wawasan kebangsaan bersama 300 pelajar Nabire di Aula YPK Tabernakel, Nabire, Papua Tengah, Jumat (10/5/2024). ANTARA/HO-Pemprov Papua Tengah

RIAUMAKMUR.COM - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar seminar wawasan kebangsaan pada 300 pelajar di Kabupaten Nabire ini guna meningkatkan rasa cinta tanah air terhadap generasi anak muda.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Tengah, Lukas Ayomi, usai seminar mengangkat tema “Nasionalisme Pemuda Tentukan Masa Depan Papua”, di Nabire, Papua Tengah seperti dilansir ANTARA, Jumat (10/5/2024).

Seminar itu membahas tiga materi yaitu cinta tanah air dan wawasan kebangsaan, kebijakan Otsus Papua dan kepemimpinan serta pengembangan diri.

Baca Juga: Pastikan Klaim Dukungan ke Rahmansyah tak Benar, Golkar: Perbanyak Saja Turun ke Bawah dan Sampaikan Gagasan

“Hari ini kami melakukan seminar wawasan kebangsaan bagi 300 pelajar yang bertempat di Aula SMA YPK Tabernakel dengan melibatkan TNI-Polri dan tokoh-tokoh masyarakat,” kata Lukas.

Menurut Lukas, kegiatan seperti ini sangat penting diberikan sejak dini agar generasi anak muda semakin cinta terhadap Tanah Air, karena melalui seminar ini pihaknya berharap generasi muda di Nabire dapat menjaga persatuan dan kesatuan serta memiliki jiwa nasionalisme dalam membela negara.

“Pemerintah pusat telah memberikan kewenangan khusus untuk Papua melalui Otonomi Khusus (Otsus) sehingga kami berharap para siswa bisa memahami manfaat hadirnya Otsus di Tanah Papua,” ujarnya.

Baca Juga: Tiga Drama Kostum yang Dikabarkan Tayang di Bulan Mei, Joy of Life 2 Hingga Fox Spirit Matchmaker: Red Moon Pact

Menurut Lukas, tujuan Otsus yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat asli Papua, mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan, penghormatan hak dasar orang asli Papua.

“Dalam Otsus ada afirmasi sehingga kami ingin para siswa memahami betul kebijakan tersebut,” katanya.

Lukas menegaskan, materi kepemimpinan sangat penting diberikan untuk generasi masa depan Papua karena 300 pelajar tersebut menjadi agen perubahan di Tanah Papua.

Baca Juga: Tak Pernah Mengecewakan, Panggung Encore Seventeen - Maestro di Music Bank Ini Buat Netizen Korea Takjub

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA YPK Tabernakel , Ridwan Suat mengatakan kegiatan ini sangat penting dilaksanakan, sebab seminar dapat membentuk karakter para siswa.

“Harapan kami kegiatan terus dilaksanakan ke sekolah-sekolah lainnya karena sangat dibutuhkan oleh anak-anak di Nabire,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X