RIAUMAKMUR.COM- Generasi muda dan siswa sekolah Adiwiyata didorong untuk menjadi Pahlawan Air Dunia atau World Water Warior sebagai upaya mengangkat peran mereka dalam upaya konservasi air dalam event internasional ”10th World Water Forum” di Nusa Dua, Provinsi Bali pada 22 Mei 2024.
“Para Kader Adiwiyata yang mewakili Generasi Muda, baik itu Milenia, Gen Z dan Gen Alfa diharapkan dapat menjadi World Water Warior sehingga keinginan bersama ”Water for Shared Properity atau Air untuk Kesejahteraan Semua” dapat terwujud dengan cepat.” ujar Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPGLHK KLHK) Sinta Saptarina Soemiarno, dalam keterangannya dari Nusa Dua, Bali, seperti dilansir pada Jumat (24/5/2024).
Dalam forum strategis itu, PPGLHK menyelenggarakan tiga sesi mengenai Peran Pemuda dan peran Sekolah Adiwiyata dalam Konservasi Air yang mengangkat isu “Youth Empowerment through Adiwiyata Schools on Water Conservation”.
Baca Juga: World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Hasilkan Proyek Air dan Sanitasi Seniai USD9,4 Miliar
Menurut Sinta, air merupakan sumber daya alam yang esensial bagi kehidupan manusia dan ekosistem bumi.
Namun di banyak bagian dunia, akses terhadap air bersih dan sanitasi masih menjadi tantangan ditambah dengan perubahan iklim yang semakin meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air.
“Pendidikan lingkungan hidup yang diterapkan sejak usia dini, menjadi penting untuk merubah perilaku yang lebih ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” tuturnya.
Baca Juga: World Water Forum ke-10 Ditutup Dengan Closing Ceremony dan Malam Budaya
Tiga sesi Talkshow pada The 10th World Water Forum yang diikuti generasi muda dan siswa sekolah adiwiyata diharapkan bisa menciptakan kesadaran dan aksi kolektif pentahelix, keterlibatan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat global dan nasional, serta media massa dalam mengedukasi masyarakat akan konservasi air.
“Sehingga dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam pelestarian dan pengelolaan sumber daya air,” imbuh dia.
Sinta juga mengatakan, Pemerintah Indonesia memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan pendidikan lingkungan hidup, seperti dalam mengembangkan program Sekolah Adiwiyata atau Sekolah yang memiliki Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yang dirilis sejak 2006.
Baca Juga: Presiden Jokowi Bertolak ke Bali untuk Hadiri KTT World Water Forum Ke-10
“Dimulai pada 2006 dengan hanya 10 sekolah percontohan di Pulau Jawa, pada akhir 2023 atau 17 tahun kemudian, Sekolah Adiwiyata telah berkembang menjadi sekitar 28.270 sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten atau Kota, Provinsi, Nasional dan Mandiri,” kata Kepala PPGLHK KLHK menandaskan. ***
Artikel Terkait
Menkominfo Peringatkan ISP Kooperatif Berantas Konten Judi Online
Jaksa Agung Rotasi Kepala Kejari Pekanbaru, Bengkalis, Dumai, dan Inhu
Jembatan Panglima Sampul Ambruk, Pembangunan Jalur Alternatif di Sungai Perumbi Digesa
Kabupaten/Kota Diminta Usulkan Sapi Kurban Bantuan Presiden di Riau, Minimal Beratnya 1 Ton
Platform Digital Biarkan Konten Judi Online Diancam Denda Rp500 Juta
World Water Forum ke-10 Ditutup Dengan Closing Ceremony dan Malam Budaya
Gegera Pecah Ban Mobil Box Terbalik di Jalan Tol Permai
Ikuti Porseni Tingkat Provinsi Riau 2024 di Bengkalis, Ini Pesan Pj Sekda Kampar untuk Kontingen IGTKI - PGRI
Petugas Linjam Siap Siaga Layani dan Lindungi Jemaah Haji Indonesia
World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Hasilkan Proyek Air dan Sanitasi Seniai USD9,4 Miliar