Sekolah Kampung Pabuto Nantu Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 13:48 WIB
Para instruktur dan peserta Sekolah Kampung Pabuto Nantu dalam kegiatan belajar tentang pertolongan pertama pada kecelakaan, Jumat (24/5/2024).
Para instruktur dan peserta Sekolah Kampung Pabuto Nantu dalam kegiatan belajar tentang pertolongan pertama pada kecelakaan, Jumat (24/5/2024).

RIAUMAKMUR.COM - Sekolah Kampung Pabuto Nantu menggelar pembelajaran pertolongan pertama pada kecelakaan, Jumat (24/5/2024). Kegiatan ini dilaksanakan di permukiman transmigrasi yang melibatkan masyarakat Desa Saritani di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.

Salah satu yang diajarkan adalah cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau yang dikenal dengan sebutan resusitasi jantung paru (RJP), yaitu upaya pertolongan medis untuk mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah dalam tubuh seseorang, juga penyelamatan darurat korban di lapangan.

Menurut tutor Sekolah Kampung, Rojer Manopo, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan para siswa sekolah kampung dan masyarakat transmigran. “Para instrukturnya berasal dari Community Emergency Rescue Team Sulawesi,” ungkapnya.

Baca Juga: Terima Kunker Diskominfo Parimo, Pemprov Sulteng Dukung Pengembangan Smart Village di Kabupaten Durian

Keterampilan memberikan pertolongan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas warga, kemampuan ini dibutuhkan di setiap tempat dan kapan saja. Sehingga penyiapan tenaga terampil menjadi kebutuhan sekolah kampung.

Selain Rojer, Kepala Sekolah Kampung Bunaeri dan Inti Putri Madinah (salah seorang relawan guru pada program Indonesia Mengajar yang ditempatkan di SP3) juga terlibat aktif dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah dua hari ini kami belajar pertolongan pertama dalam kecelakaan, salah satunya CPR dan penyelamatan darurat korban di lapangan,” ujar Inti Putri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Kolam Renang Khusus Pelajar dengan Harga Terjangkau

Inti Putri mengungkapkan, pelatihan berjalan dengan lancar dan bisa menumbuhkan rasa keberanian dan welas asih pada anak-anak, serta wawasan pertanian yang ramah alam kepada Masyarakat.

Instruktur kegiatan keren ini adalah Ibu Gunarti dan Pak Ben dari Community Emergency Response Team. Pesertanya adalah anak-anak kelas 3, 4, dan 5 SDN 31 Wonosari, serta diikuti oleh orang dewasa. Ilmu yang diperoleh adalah teori dan praktek, yang hasilnya sangat memuaskan. Kegiatan ini juga dipandu oleh Rojer Manopo dan Kepala Sekolah Pak Bunaeri.

Sekolah Kampung Pabuto Nantu merupakan sekolah informal yang dinisiasi dan dikelola secara mandiri oleh warga transmigran. Sekolah ini berdiri sejak program Global Environmental Facility- Small Grants Programme (GEF-SGP) fase enam.

Baca Juga: 25 Narapidana Beragama Budha di Jatim dapat Remisi Khusus Waisak

Saat ini, program GEF-SGP sudah memasuki fase tujuh yang memberikan prioritas daerah kerja di sekitar Daerah Aliran Sungai Bodri (DAS) di Jawa Tengah, Daerah Aliran Sungai (DAS) Balangtieng di Sulawesi Selatan, Suaka Margasatwa (SM) Nantu dan wilayah Taman Hutan Raya (TAHURA) Gorontalo, serta Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.

Program ini bertujuan untuk memberikan fasilitas pendanaan kepada kelompok masyarakat dan lembaga swadaya yang sedang menghadapi tantangan ekologis dengan cara-cara dan teknologi yang inovatif, mandiri, dan terjangkau melalaui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. 

Kegiatan tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan jaringan masyarakat adat dan organisasi kemanusiaan, para donor, serta organisasi masyarakat lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X