RIAUMAKMUR.COM - Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Kabupaten Semarang Dimyati menuturkan, pihaknya menggagas pembangunan rumah singgah untuk meningkatkan akses pelayanan bagi para warga penyandang masalah kesejahteraan sosial.
Hal itu dikatakannya usai pengukuhan pengurus FKPSM Kabupaten Semarang periode 2024-2025 oleh Bupati H Ngesti Nugraha di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Senin (10/6/2024) siang.
Menurut Dimyati, penanganan masalah sosial di Kabupaten Semarang relatif pelik. Masalah kemiskinan, lansia, anak terlantar dan korban kekerasan, penyandang disabilitas dan bahkan korban bencana membutuhkan penanganan terpadu. Rumah singgah diperlukan sebagai tempat tinggal sementara para penyandang masalah sosial. Sehingga mereka akan memperoleh pelayanan pendampingan yang lebih mangkus atau efektif.
Baca Juga: Kapolres Aceh Barat Gandeng Komunitas Vespa Klasik Turunkan Laka Lantas
"Kita akan bicarakan dalam rapat kerja pengurus. Termasuk kemungkinan melibatkan pihak swasta untuk berpartisipasi," ujarnya.
Dia juga memastikan lokasi rumah singgah nantinya akan dapat diakses dengan mudah dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Semarang. Menurutnya, Bawen akan menjadi salah satu pilihan lokasi ideal.
Bupati Semarang H Ngesti Nugraha saat sambutan pengarahan mengimbau segenap potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) untuk meningkatkan kerja sama guna memberikan pelayanan sosial terbaik bagi warga yang membutuhkan. Persoalan kemiskinan ekstrem terus menjadi prioritas penanganan. Kriteria yang dinamis menjadikan persoalan ini tetap menjadi masalah dan harus ditangani secara terpadu.
Baca Juga: Zhao Lusi dan William Chan Serasi di Upacara Pembukaan Syuting Drama Modern Tencent 'Loves Ambition'
"Para pekerja sosial masyarakat harus berfungsi baik dan bekerja efektif. Sehingga dapat memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Sementara Ketua FKPSM Provinsi Jawa Tengah Bambang Edy Wahono yang juga hadir menyaksikan pengukuhan berharap, para pengurus dapat melakukan konsolidasi para pekerja sosial sampai ke tingkat desa. "Sehingga pelayanan kepada para penyandang masalah sosial bisa lebih optimal," pungkasnya.
Artikel Terkait
KONI Riau Mentargetkan 25 Medali Emas di Ajang PON XXI Aceh - Sumut 2024
Mahasiswi Aceh Lolos Kompetisi KDMI ke Tingkat Nasional
KY: Peninjauan Kembali Berfungsi Menjaga Finalitas Putusan
Gerakan Tanam Cabai, Upaya Penanganan Inflasi di Kota Banda Aceh
Jumlah Pemilih Potensial di Bandar Lampung Bertambah Ribuan Jiwa
BNI-Emirates Gelar Travel Fair
Kemendikbudristek Lepas Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024
Beda Dari Armageddon, aespa Bagikan Foto Konsep Centil Untuk Debut Single Jepang 'Hot Mess'
Zhao Lusi dan William Chan Serasi di Upacara Pembukaan Syuting Drama Modern Tencent 'Loves Ambition'
Kapolres Aceh Barat Gandeng Komunitas Vespa Klasik Turunkan Laka Lantas