Puncak Ibadah Haji, Jemaah Haji Diimbau Batasi Aktifitas Fisik

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Minggu, 16 Juni 2024 | 20:13 WIB
Tim asistensi Kemenkes di Klinik Kesehatan Haji Makkah/Foto: Kemenkes
Tim asistensi Kemenkes di Klinik Kesehatan Haji Makkah/Foto: Kemenkes

RIAUMAKMUR.COM - Peningkatan angka kematian jemaah haji menunjukkan kondisi fisik jemaah yang tidak prima. Untuk itu, Kemenkes bersama Kementerian Agama akan mengambil kebijakan untuk mengkoordinasikan pembatasan aktivitas umrah.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya saat memimpin Tim asistensi Kemenkes di Klinik Kesehatan Haji Makkah mengatakan jemaah berisiko tinggi (Risti) cukup dua kali umrah yang terdiri dari satu umrah wajib dan satu umrah sunnah.

“Terlebih, untuk tiga hari ke depan umrah sebaiknya dihentikan supaya kondisi prima menjelang Armuzna dan jemaah bisa melaksanakan ibadah puncak haji,” kata Azhar seperti yang dikutip InfoPublik Minggu (16/6/2024).

Baca Juga: Hari ini Sebanyak 5.328 Jemaah Haji Riau Menuju Arafah

Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang baik antara Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dan pembimbing ibadah haji. TKHK dan pembimbing ibadah haji juga harus sepakat bahwa sebagian besar jemaah Indonesia memiliki risiko kesehatan tinggi.

Untuk jemaah yang tidak dalam kategori risti, Azhar menyarankan agar menunaikan shalat di Masjidil Haram maksimal dua kali sehari agar tidak mengabaikan waktu makan di hotel.

Direktur Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Dr.dr. Iwan Dakota, Sp.JP (K) mengatakan pembatasan aktivitas fisik yang berlebihan ini perlu dilakukan karena banyaknya kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung.

Baca Juga: Kabar Duka, Jemaah Haji Riau Asal Indragiri Hulu Meninggal Dunia di Makkah

Upaya lain yang perlu dilakukan terkait kematian karena jantung, yakni menjaga keteraturan konsumsi obat.

“Tugas kita adalah mengantar jemaah sebaik mungkin untuk melaksanakan puncak haji membatasi aktifitas fisik yang berlebih dan jangan lupa untuk meminum obat secara teratur,” kata dr. Dakota.

Dokter Pendidik Klinis Ahli Madya dari RSUP Persahabatan dr. Muhamad Fahmi Alatas, Sp.P(K) mengatakan jemaah haji Indonesia memiliki semangat tinggi dalam menjalankan ibadahnya, tyang sunnah maupun wajib.

Baca Juga: Bupati Sergai Imbau Calon Jemaah Haji Jaga Kesehatan selama di Tanah Suci

Namun, dokter Fahmi menyarankan jemaah haji untuk mengurangi aktivitas diluar ruangan dengan udara terbuka untuk menghindari kelelahan yang dapat menurunkan imunitas sehingga mudah terinfeksi.

"Jemaah haji untuk segera berobat saat memiliki gejala seperti batuk. Jangan menunggu sampai parah, dan mulai berhenti merokok saat menjalankan ibadah haji dan diteruskan ketika kembali ke Tanah Air,” kata dr. Fahmi. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X