RIAUMAKMUR.COM - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita mengatakan bahwa industri kreatif merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.
Reni Yanita mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2023, nilai tambah industri kreatif mencapai Rp1414,8 triliun, atau tumbuh sebesar 10,5 persen dibandingkan dengan nilai tambah ekraf tahun 2022 lalu senilai Rp1280,42 Triliun.
"Sektor fesyen dan kriya ini menjadi dua sektor yang memiliki kontribusi terbesar. Tentunya ini merupakan sebuah capaian membanggakan dan menunjukkan bahwa prospek industri kreatif di Indonesia semakin besar," ujarnya, saat launching kompetisi desain nasional Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) 2024 yang disiarkan melalui YouTube Kemenperin, Selasa (25/6/24).
Baca Juga: Kompetisi Desain Nasional IFCA 2024 Diharapkan Berdampak Bagi Kemajuan IKM Tanah Air
Dirjen IKMA Kemenperin tersebut melanjutkan, merupakan tantangan tersendiri bagi Kemenperin bagaimana pertumbuhan ekraf ini terus dijaga dan tetap tumbuh dan tidak mengalami perlambatan.
Karena saat ini sektor ekraf tumbuhnya sudah bagus, maka diharapkan melalui IFCA menjadi salah satu startegi agar tetap menjaga pertumbuhan industri fesyen dan kriya ini.
Dia melanjutkan, Kemeperin melalui Dirjen IKMA berkomitmen mendorong peran industri kreatif tanah air lebih maju dan menjadi wadah bagi para pelaku kreatif untuk bertemu, berbagi pengalaman dan ide kreatif serta berkolaborasi menciptakan karya.
Baca Juga: Pemprov Riau Tetapkan Kuota PPDB Jalur Afirmasi Untuk 50 SMA/SMK Swasta di Riau, Ini Daftarnya
"Kalau bahasa sekarang kita mencoba membangun ekosistem untuk industri fesyen dan kriya, harapannya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemajuan dari industri fesyen dan kriya ini sendiri," lanjut dia.
Dirjen IKMA Kemenperin tersebut menambahkan, sebagai bentuk upaya mendukung perkembangan industri kreatif fesyen dan kriya, Dirjen IKMA Kemenperin menyelenggarakan IFCA sebagai kompetensi desain nasional yang bertujuan untuk mencari desainer muda berbakat, memiliki visi sustainability dalam bidang kriya dan fesyen.
Sebab terang dia, desain bagi sebuah produk menjadi sangat penting, karena mempengaruhi nilai dan keputusan pembeli. Sehingga bisnis yang memperhatikan aspek desain menghasilkan pendapatan 32 persen lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak.
Baca Juga: 442 Jemaah Haji Asal Pekanbaru Tiba di Kampung Halaman
Oleh karena itu menurutnya, perlu mengambil langkah dalam memperhatikan desain sebagai aspek yang penting dan bernilai.
Sebab dengan adanya pengembangan desain maka akan mendorong pengembangan inovasi produk baik dari sisi nilai estetika, fungsi, dan manfaatnya, sehingga akan menghasilkan produk yang lebih unggul dan berdaya saing.
"Melalui IFCA Besar harapan kami desainer muda dengan berbagai gagasan kreatif dan berinovasi menciptakan produk yang tidak hanya bernilai ekonomis namun juga mampu berkontribusi dan mewujudkan industri yang inklusif dan berkelanjutan," tutupnya.
Artikel Terkait
SMA Negeri di Riau Sediakan Layanan Bantuan PPDB Daring
Soal Tarif Parkir di Pasar Tradisional, Disperindag Pekanbaru Siap Koordinasi dengan Kejari
Terima Program Bedah Rumah, Wan Abdullah Bersyukur
Penjual Ikan Asin Lakukan Ini Usai Peresmian Pasar Rakyat Palapa Pekanbaru
Narkotika Ancaman Nyata Masa Depan Bangsa dan Negara
Tim Siber Pungli Siap Deteksi Praktik Kecurangan PPDB SMA/SMK Negeri di Riau
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024 Resmi Dilaunching, Berikut Syaratnya
442 Jemaah Haji Asal Pekanbaru Tiba di Kampung Halaman
Pemprov Riau Tetapkan Kuota PPDB Jalur Afirmasi Untuk 50 SMA/SMK Swasta di Riau, Ini Daftarnya
Kompetisi Desain Nasional IFCA 2024 Diharapkan Berdampak Bagi Kemajuan IKM Tanah Air