RIAUMAKMUR.COM - Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengembangkan program Kurasi Talenta dan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT).
Kedua platform ini diharapkan dapat menjadi basis data talenta nasional guna mendukung pengembangan talenta nasional secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Staf Ahli Mendikbudristek (SAM) bidang Manajemen Talenta, Tatang Muttaqin menjelaskan pembangunan SIMT memungkinkan terciptanya ekosistem talenta dari para siswa berbagai jenjang pendidikan. Hal ini penting untuk membantu siswa mengembangkan potensi dan minatnya serta untuk proses meniti karier di masa depan.
Baca Juga: BNI Perkenalkan Aplikasi DigiRemit di Jepang
”Baik dalam karier belajar maupun karier pekerjaan di masa mendatang. Inilah keterkaitan antara kurasi dan platform yang disimpan dalam sistem informasi manajemen talenta,” ucap Tatang Muttaqin dalam keterangan tertulis yang diterima Infopublik, Minggu (30/6/2024).
Hasil kurasi talenta memberikan pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan ajang serta memberikan penghargaan kepada talenta berprestasi, termasuk pemberian insentif berupa jaminan karier belajar atau bentuk lain yang memadai, seperti jalur prestasi pada PPDB hingga penerimaan mahasiswa baru dan pemberian BOS Kinerja Prestasi kepada sekolah yang dinilai baik dalam pengembangan potensi siswa.
Selain diperuntukkan sebagai penyimpanan data terintegrasi, terstruktur, dan terskala, SIMT juga menjadi wadah dalam memantau dan memetakan prestasi siswa. SIMT juga menjadi sumber informasi publik mengenai talenta prestasi yang menampilkan portofolio prestasi sebagai data untuk menganalisa dan mengevaluasi talenta.
Baca Juga: Badan Bahasa Luncurkan Penjaring di Momentum Harganas 2024
Lanjutnya, SIMT dapat membantu siswa untuk mengakses jalur khusus dalam pendidikan.”Sistem ini dapat berfungsi sebagai jalur khusus, misalnya bagi mereka yang sudah mencapai prestasi tertentu untuk dapat masuk ke PPDB melalui jalur prestasi,” jelas Tatang.
Tatang berharap, seluruh kepala dinas di tingkat provinsi, kabupaten, kota, dan juga siswa, memahami proses kurasi talenta dan pendataan melalui SIMT ini sehingga mereka dapat memilih mengikuti lomba-lomba yang direkomendasikan dan bereputasi guna pengembangan masa depannya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana, menyampaikan pihaknya terus bekerja keras agar satuan pendidikan benar-benar memahami sistem informasi manajemen talenta ini. “Oleh karena itu, setiap kegiatan harus disampaikan kepada kepala sekolah, tenaga pendidik, dan siswa. Kami juga bekerja sama dengan organisasi pendidikan seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) untuk menyebarluaskan informasi ini.” ujarnya.
Baca Juga: Hargai Jasa Pahlawan Bhayangkara, Polres Raja Ampat Tabur Bunga di Pelabuhan Waisai
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Singaraja, Made Sri Astiti menuturkan, SIMT membantu sekolah-sekolah dalam proses PPDB karena dapat melihat data siswa berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik. “Selanjutnya para siswa diberikan pembinaan secara rutin hingga berlanjut kepada lomba yang sesuai dengan minat dan bakatnya," terangnya. ***
Artikel Terkait
Bawa Uang Rp 3 Miliar, Tim Expedisi Rupiah Berdaulat 2024 Sambangi Pulau Tebingtinggi Meranti
Uniska MAB Gelar Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang Pertama
Utamakan Pelayanan Prima, Pemprov Kalsel Renovasi Layanan IGD
Hargai Jasa Pahlawan Bhayangkara, Polres Raja Ampat Tabur Bunga di Pelabuhan Waisai
ITS Mandiri Balangan Siap Bertransformasi Menjadi Universitas Pertama di Banua Anam
Ringankan Beban Ekonomi Warga, Pemkab Pemalang Hapus Denda PBB - P2
Kuliner dan Rempah-Rempah Lokal Manggarai Barat Dipromosikan kepada 23 Duta Besar Negara Asing
Kemendikbudristek Terus Kuatkan Literasi Jenjang SMA Melalui Teks Multimodal
Badan Bahasa Luncurkan Penjaring di Momentum Harganas 2024
BNI Perkenalkan Aplikasi DigiRemit di Jepang