RIAUMAKMUR.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa salah satu sektor perikanan yang berpotensi menyumbang 16 persen dari nilai ekonomi bidang kelautan Indonesia adalah aquaculture budidaya perikanan.
Oleh karena itu sebutnya, pemerintah terus mendorong pengembangan budidaya perikanan ini agar lebih moderen, mandiri dan berkelanjutan.
Sehingga menurut Wapres RI ini, kedepan penerapan teknologi dan inovasi di bidang perikanan dan penguatan regulasi kebijakan serta kolaborasi multi pihak perlu terus didorong, demi mewujudkan pembangunan ekonomi maritim yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Diikuti 26 Negara, Wapres RI Resmikan Pembukaan Asian-Pacific Aquaculture 2024
"Upaya ini penuh tantangan seperti adanya perubahan iklim, kerusakan ekosistem, degradasi lingkungan, serangan penyakit dan keselamatan hayati," ujarnya, saat membuka Asian-Pacific Aquaculture 2024, di Surabaya yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (4/7/24).
Ma'ruf Amin menambahkan, peningkatan penduduk dunia yang diproyeksikan mencapai 8,6 miliar orang pada tahun 2030, membawa tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan global terutama protein hewani yang berkualitas.
Wapres RI tersebut mengungkapkan, kawasan Asia Pasifik dengan garis pantai yang panjang dan luas memiliki beberapa negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati laut, berpotensi besar memenuhi kebutuhan pangan dan menyumbang lima persen dari ekonomi global.
Baca Juga: Pemprov Riau Sambut Baik BPKM Pada Rakorda Hilirisasi Investasi Sawit
Sehingga terangnya, hal ini menjadikan kawasan Asia Pasifik menjadi kawasan strategis yang tidak hanya menjadi pasar, namun juga sebagai pusat produsen perikanan global.
"Indonesia dan negara kepulauan lainnya di Asia Pasifik, seperti Filipina, Jepang juga melihat kekayaan laut ini sebagai peluang bagi perekonomian," lanjut dia.
Ma'ruf Amin melanjutkan, beberapa waktu belakangan ini masyarakat dunia termasuk negara-negara di Asia Pasifik terus menggaungkan konsep ekonomi biru, konsep pemanfaatan sumber daya laut dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem.
Baca Juga: Pemprov Riau Harap Hilirisasi Investasi Sawit Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang hampir 60 persen wilayahnya berupa perairan menjadikan penerapan konsep ekonomi biru sebagai salah satu strategi pembangunan nasional.
Untuk itu sebutnya, Indonesia juga telah memantapkan visi dan misi ke depan untuk menjadi poros maritim dunia, meningkatkan kontribusi sektor kelautan atas perekonomian nasional yang mengedepankan inovasi bidang perikanan dan pariwisata laut.
"Oleh karena itu kerangka kerja sama pengembangan ekonomi biru di kawasan ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tapi juga menggandeng pelaku usaha dan investor, serta akademisi untuk menciptakan arah kebijakan yang komprehensif dan terintegrasi," tutupnya. ***
Artikel Terkait
Banjarbaru Tingkatkan Kualitas Pendidikan Menuju Sekolah Bersertifikasi Internasional.
160 Atlet Kontingen Kota Palangka Raya Siap Ikuti Seleksi Daerah Pra Popnas Tingkat Provinsi Kalteng
Pekanbaru Juara Umum Popda XVI Riau 2024
Kok Bisa KONI Riau Terima Penghargaan dari Marciano Norman, Ini penjelasannya
Pemprov Riau Harap Hilirisasi Investasi Sawit Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Penuhi Standar Pengamanan, Kemenag Pekanbaru Koordinasi dengan Dirbinmas Polda Riau
Tuan Rumah KSM Tingkat Provinsi Tahun 2024, Kemenag Pekanbaru Lakukan Persiapan
Pemprov Riau Sambut Baik BPKM Pada Rakorda Hilirisasi Investasi Sawit
156 Jama'ah Haji Kloter BTH 11 Asal Kabupaten Kampar Tiba di Pekanbaru
Diikuti 26 Negara, Wapres RI Resmikan Pembukaan Asian-Pacific Aquaculture 2024