Wapres Ma'ruf Amin: Keberhasilan Pemilu 2024 Kunci Penguatan Demokrasi dan Transisi Pemerintahan yang Damai

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Sabtu, 13 Juli 2024 | 01:39 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma'ruf Amin, Memberikan Kuliah Umum Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 66 dan 67 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) RI, di Aula Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Rabu (10/7/2024). Foto. Humas Lemhannas RI.
Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Ma'ruf Amin, Memberikan Kuliah Umum Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 66 dan 67 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) RI, di Aula Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Rabu (10/7/2024). Foto. Humas Lemhannas RI.

RIAUMAKMUR.COM – Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 2024 lalu menjadi modal utama dalam memperkuat demokrasi. Tugas selanjutnya adalah merangkul semua pihak untuk tetap bersatu membangun bangsa Indonesia dan memastikan proses transisi pemerintahan berlangsung damai dan inklusif.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin saat memberikan kuliah umum kepada 199 orang peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 66 dan 67 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) RI, di Aula Istana Wakil Presiden RI, Jakarta.

“Transisi yang damai dan inklusif adalah esensi dari konsolidasi demokrasi yang dapat menciptakan stabilitas politik dan mendukung keberhasilan program pemerintah,” ujar Wakil Presiden dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/7/2024).

Baca Juga: Menteri ATR/BPN AHY Resmikan Implementasi Sertifikat Tanah Elektronik di 29 Kantor Pertanahan Jawa Tengah

Wakil Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan program-program pembangunan, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, akan terus dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Wakil Presiden melanjutkan, saat ini semua pihak dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks, mulai dari ketidakpastian geopolitik global, perubahan iklim, ancaman kesehatan yang berdampak pada ketahanan pangan dan energi, serta keamanan siber yang akan memengaruhi ketahanan nasional.

Dalam menyikapi berbagai tantangan ke depan, Wakil Presiden berpesan kepada peserta PPRA 66 dan 67 untuk menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik.

Baca Juga: Menkes Ingin RS IKN Miliki Sentuhan Arsitektur yang Ikonik

“Kedua, peserta diharapkan dapat mengembangkan kebijakan yang responsif dan proaktif pada masa transisi pemerintahan. Ketiga, peserta diminta untuk terus konsisten mendukung keberlanjutan program pemerintah,” tambahnya.

“Kiranya para peserta juga dapat menjadi teladan dan panutan bangsa yang mampu mendorong kepemimpinan yang beretika, beradab, dan bermoral sesuai dengan nilai-nilai yang dikandung oleh Pancasila,” pungkas Wakil Presiden.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Eko Margiyono, menyampaikan bahwa kuliah umum oleh Wakil Presiden RI ini dapat menambah wawasan peserta selama menempuh pendidikan di Lemhannas tentang kebijakan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X