Meski Kelas Tanpa Plafon, Siswa Baru SMPN 7 Batang Siap Ikuti MPLS

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Minggu, 21 Juli 2024 | 21:32 WIB
Sejumlah pelajar mengikuti MPLS di SMPN 7 Batang.
Sejumlah pelajar mengikuti MPLS di SMPN 7 Batang.

RIAUMAKMUR.COM - Menjelang dimulainya kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), para pelajar baru di SMPN 7 Batang berupaya menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar yang baru, meski sekolah ini belum lama terdampak gempa dengan magnitudo 4,4.

Kepala SMPN 7 Batang Moehammad Santoso mengatakan, siswa baru beserta orang tua mereka telah diberikan penjelasan intensif mengenai kegiatan selama MPLS.

“Kami sudah mengumpulkan orang tua dan siswa di kelas masing-masing untuk mempersiapkan perlengkapan MPLS selama tiga hari ke depan. Karena mayoritas bertempat tinggal di area terdampak gempa, otomatis secara mental mereka sudah terbentuk untuk selalu siaga, namun berkeinginan keras menuntut ilmu,” ujarnya saat memantau ruang kelas di SMPN 7 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (20/7/2024).

Baca Juga: Lirik Lagu Dengarkan Bisikannya Lihat Cahaya, Pulang - For Revenge

Dari enam ruang kelas kelas 7, tiga di antaranya mengalami kerusakan plafon yang cukup parah, sementara tiga lainnya masih dalam kondisi baik. “Kelas 7B, C, dan E mengalami robohnya plafon, sementara 7A, D, dan F masih utuh,” tambahnya.

Beberapa perbaikan awal telah dilakukan, termasuk perbaikan instalasi listrik beberapa hari sebelumnya. Namun, masih ada beberapa kelas yang proses perbaikannya belum selesai.

“Sementara masih menggunakan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) dan lainnya, supaya meringankan siswa saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Semoga bantuannya cepat disalurkan, sehingga perbaikan total pada bangunan terdampak gempa dapat disegerakan,” harapnya.

Baca Juga: Polsek Panjang Ringkus Kawanan Pembobol Gudang Pabrik

Salah satu siswi baru, Diah Pramita, mengungkapkan kekhawatirannya melihat kondisi ruang kelas tanpa plafon. Meskipun demikian, dia tetap bersemangat untuk menghadiri persiapan MPLS.

“Takut juga lihat atapnya tanpa plafon, takutnya kalau ada gempa lagi. Tapi karena niat ingin cari ilmu tetap berangkat, sambil berhati-hati, kalau ada gempa langsung lari ke lapangan,” tuturnya.

Orang tua siswa, Tutik, juga mengakui kekhawatirannya melihat kondisi ruang kelas yang belum sepenuhnya diperbaiki. “Takut juga tapi ya harus tetap berangkat, yang penting berdoa dan hati-hati biar selamat sampai sekolah,” ujar dia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X