Akibat Abrasi, Program Avo Setrap Kembalikan Hutan Mangrove

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Senin, 22 Juli 2024 | 21:00 WIB
KPPMP Bersama PHE ONWJ, Kelompok Tani dan Dishut Provinsi Jawa Barat, Perbaiki Pantai Pondok Bali Legonkulon Kabupaten Subang Dari Abrasi Dengan Cara Menanam Mangrove Dan Memasang Avo Setrap. (Foto : RRI/Ruslan Effendi).
KPPMP Bersama PHE ONWJ, Kelompok Tani dan Dishut Provinsi Jawa Barat, Perbaiki Pantai Pondok Bali Legonkulon Kabupaten Subang Dari Abrasi Dengan Cara Menanam Mangrove Dan Memasang Avo Setrap. (Foto : RRI/Ruslan Effendi).

RIAUMAKMUR.COM - Ketua Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KPPMP) Agus Supriatna menyambut baik program avo setrap atau inovasi pemecah ombak, yang digulirkan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Pantai Pondok Bali dan Pulau Burung.

Dengan inovasi tersebut, lanjut Agus, tidak hanya mampu menahan abrasi, justru sebaliknya dengan inovasi avo setrap tersebut, dalam jangka satu tahun dari bulan Desember 2022 sampai dengan Desember 2023, terjadi sidimentasi yang luasnya mencapi dua hektar di Pulau Burung, dan satu hektar di Pantai Pondok Bali.

"Dengan adanya inovasi ini, tentunya cukup menggembirakan masyarakat Desa Mayangan, atas inovasi dari PHE ONWJ tersebut," ungkap Agus kepada RRI di Subang, Minggu (21/7/2024).

Baca Juga: Dorong Kemajuan Pendidikan, Anggota DPD RI Kunjungi UIN

Dengan inovasi tersebut, tentunya diharapkan Agus, dalam beberapa tahun kedepan hutan mangrove di pulau burung dan bibir pantai Pondok Bali yang hilang oleh abrasi, hingga ratusan hektar luasnya, bisa kembali dengan inovasi avo setrap ini.

"Mudah-mudahan saja pak, kedepannya hutan mangrove yang masuk ke wilayah Perhutani ini, bisa kembali lagi setelah beberapa tahun kedepan, dengan diterapkannya inovasi avo setrap oleh PHE ONWJ. Sehingga kedepan masyarakat bisa kembali manfaatkannya untuk usaha tambak, dan pantai pondok bali pun, bisa kembali menjadi objek wisata unggulan di Pantura ini, termasuk pulau burung tidak hanya kembali menjadi tambak warga, tetapi juga menjadi dikembangkan menjadi objek wisata pantai lainnya," tuturnya.

Sementara abrasi yang melanda di Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon ini, terjadi sejak tahun 2007 silam, pasca peristiwa tsunami Aceh dan tsunami di Pangandaran. Menurut perkiraan Agus, yang merupakan penduduk asli Mayangan, lahan yang hilang akibat abrasi mencapi 300 hektaran sampai saat ini.

Baca Juga: Tingkatkan Standar Pendidikan UIN Lampung Gandeng AMINEF USA

"Pulau burung ini pak, dulunya nyambung dengan perkampungan, dan juga pantai pondok bali, bahkan nyambung juga dengan pantai pondok puteri yang berada di sebelah timur pantai pondok bali ini," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X