RIAUMAKMUR.COM - Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin mengatakan pentingnya pengelolaan air limbah domestik secara terpusat.
Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Lokakarya Strategi Keterlibatan Masyarakat dan Kelompok Peduli dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik (ALD) Kota Banda Aceh di Hotel Rasamala, Rabu (24/7/2024).
Jalaluddin mengatakan saat ini penanganan limbah domestik skala kota di Kota Banda Aceh belum terkelola dengan baik dan masih dengan pola individual septic yang belum begitu baik.
Baca Juga: Seluruh Pegawai Kominfo Berkomitmen Mencegah Judi Online
“Ini berdasarkan hasil survei oleh UNICEF dan tim, kita baru 9 persen dari data yang diambil mempunyai septic tank yang aman, barangkali kita punya septic tank di setiap rumah tapi tidak aman,” kata Jalaluddin.
Oleh karena itu, kata Jalaluddin Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki konsep besar dalam pengelolaan limbah domestik yaitu Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) untuk seluruh kota yang dibagi empat zona dengan sistem pipa yang dibantu oleh pompa, dan saat ini sedang dikerjakan IPAL pada zona dua serta sebagian jaringan sumber dana APBN, sedangkan untuk pembangunan pada zona yang lainnya akan terus dicari sumber pembiyaan berupa bantuan lunak atau soft loan serta APBN.
“Kita pemerintah kota berkeinginan melaksanakan konsep besar dalam pengelolaan limbah domestik dengan sistem SPALD-T seluruh wilayah kota Banda Aceh. Ini merupakan konsep penanganan air limbah domestik yang paling aman karena menggunakan pipa dibantu pompa yang mengalir pada satu tempat,” kata Jalaluddin.
Baca Juga: Li Hongyi dan Sun Zhenni Jadi Pasangan di Drama Xianxia Ten Thousands Flowers in a Dream
Mengingat pembangunan SPALD-T seluruh Kota Banda Aceh membutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu cukup lama maka untuk mengelola limbah domestik kota akan dilakukan dengan pola sedot lumpur tinja terjadwal.
Jalaluddin berpesan kepada para peserta yang hadir pada lokakarya ini terutama para keuchik agar dapat menginformasikan kepada warga tentang pentingnya mengelola limbah domestik atau limbah rumah tangga yang ada di wilayah masing-masing.
Artikel Terkait
MOOLA, Mall Oleh-Oleh Lamongan Naikkan Kelas UMKM
Dispendik Jatim Gelar Workshop Optimalisasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
Terus Berinovasi, Komisi C DPRD Jatim Apresiasi UPT Dispenda di Mojokerto
Andriyanto Sampaikan Program YESS di Dies Natalis ke-6 Polbangtal Malang
Kadis Kominfo Jatim Berbagi Integrasi Informasi Sistem Informasi Digital Jawa Timur
Pemkab HSU Bersama DPRD HSU Sepakati KUPA dan PPAS Perubahan TA 2024
Bawaslu Minta Daerah Bersinergi di Pilkada Serentak 2024
Implementasi Program JAKONIK, Bank DKI Raih Penghargaan
Seluruh Pegawai Kominfo Berkomitmen Mencegah Judi Online
Li Hongyi dan Sun Zhenni Jadi Pasangan di Drama Xianxia Ten Thousands Flowers in a Dream