Terus Tingkatkan Kapasitas, KITB Optimis Jaring PMA dan Masif Serap Tenaga Kerja

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Minggu, 28 Juli 2024 | 02:03 WIB
Mobil Damkar menyemprotkan air ke lokasi kebakaran lahan gambut di Alpen, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Sabtu (27/7/2024). Foto Dok BPBD Aceh Barat.
Mobil Damkar menyemprotkan air ke lokasi kebakaran lahan gambut di Alpen, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Sabtu (27/7/2024). Foto Dok BPBD Aceh Barat.

RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla). Kebijakan ini dikeluarkan menyusul semakin meningkatnya intensitas kebakaran lahan gambut di daerah setempat.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Ronald Nehdiasyah, menyampaikan, surat keputusan ditandatangani PJ Bupati Aceh Barat Drs Mahdi Efendi, setelah dilaksanakan rapat koordinasi penanganan karhutla bersama pihak terkait.

"Penetapan status siaga darurat karhutla dimulai dari tanggal 25 Juli sampai dengan 23 September 2024," kata Ronald, Sabtu (27/7/2024).

Baca Juga: Terus Tingkatkan Kapasitas, KITB Optimis Jaring PMA dan Masif Serap Tenaga Kerja

Penetapan status siaga darurat Karhutla ini setelah mempertimbangkan eskalasi karhutla telah berdampak pada 9 kecamatan, tersebar di 14 desa. Kemudian potensi kekeringan melanda Aceh Barat diperkirakan hingga Agustus 2024 menurut BMKG.

Karhutla telah melanda Kabupaten Aceh Barat sejak 17 Juli 2024 hingga telah menghanguskan 11,59 hektar tersebar di 21 titik lokasi. Karhutla ini juga telah mulai mengusik kenyamanan masyarakat saat malam hari karena kabut asap sudah memasuki wilayah Kota Meulaboh.

Ronald, menyampaikan, selama tanggap darurat siaga Karhutla, seluruh tim akan memperkuat kerjasama lintas lembaga untuk operasi pemadaman, komunikasi, pencegahan dan penanganan dengan melibatkan kekuatan yang lebih maksimal.

Baca Juga: KPH Wilayah VI Aceh Kolaborasi Padamkan Karhutla

"Total luas lahan sementara yang terdampak lebih kurang 11,5 hektar. Sementara yang sudah tertangani 2,8 hektar dengan persentase padam 77,7 persen. Kemudian luas lahan terbakar yang sedang ditangani 8,7 hektar," ujar Ronald, dalam laporan Pusdalops BPBD Aceh Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X