RIAUMAKMUR.COM - Polda Riau jajaran menetapkan tujuh tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhurla). Para tersangka merupakan perorangan yang membuka lahan dengan cara membakar.
"Selama 2024, polres jajaran di Riau menangani tujuh kasus dengan tujuh tersangka. Mereka membuka lahan dengan membakar," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Nasriadi, Jumat (2/8).
Nasriadi menjelaskan, luas lahan terbakar mencapai 1.500 hektare. Kasus itu ditangani oleh Polres Dumau, Polres Rokan Hilir (Eohil) dan Polres Bengkalis. Dumai 2 kasus, Rohil 3 kasus dan Bengkalis 2 kasus.
Baca Juga: 8 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
Bersama tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti korek api dan alat pembakar lainnya. Di antara para tersangka, berkasnya sudah ada P-21 atau lengkap dan ada dalam proses penyidikan.
''Sampai saat ini baru tersangka perorangan yang membuka kebun, dengsn tujuh tersangka. Belum didapat tindak pidana yang dilakukan oleh korporasi," jelas Nasriadi.
Selain luas lahan 1.500 hektare yang proses penyidikan, masih ada luasan lahan lain yang terbakar di Riau. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku pembakaran.
Baca Juga: Bupati Cantik ini Pimpin Apel Bersama TNI-Polri demi Cegah Kebakaran Lahan
Nasriadi mengungkapkan kebakaran terjadi karena faktor alam dan manusia, yang dilakukan dengan sengaja atau tidak.
Polda Riau dan Polres jajaran, lanjut Nasriadi, akan terus melakukan pemantauan. Bila ditemukan titik api, polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
Nasriadi mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik saat membuka lahan atau membuang puntung rokok sembarangan.
Baca Juga: Kado HUT ke-67 Provinsi Riau: Prodi Akuntansi Unilak Raih Akreditasi Unggul
"Ini sangat rawan dan berbahaya bagi alam, lingkungan dan manusia," kata Nasriadi.
Teekait kebakaran 20 hektare lahan di kawasan HGU PT Permata Hijau Indonesia (PHI), Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Nasriadi menyebutkan masih melakukan penyelidikan.
"Kita akan cari penyebabnya. Jika ada kesengajaan perusahaan akan kita tindak, jika masyarakat juga kita tindak," tegas Nasriadi.
Artikel Terkait
Jadwal Lengkap dan Head To Head Pertandingan Badminton Olimpiade Paris 2024 Hari Ketujuh! Laga Seru Perebutan Medali Ganda Campuran
Tak Terduga, Maknae Tzuyu Jadi Anggota TWICE Selanjutnya yang Debut Solo! Album abouTZU Segera Dirilis
Disebut Miliki Kepribadian yang Mirip dan Akan Cocok Jika Berteman, Dai Luwa Ungkap Ingin Kenalkan Bai Lu Dengan Yang Zi
Mantan Direktur SM Entertainment Ini Digaet Untuk Kerjasama Dengan HYBE Jepang, Netizen Korea Auto Beri Sindiran: Benar-Benar Mencintai SM!
Rapat Konsolidasi Pemenangan Syamsuar - Mawardi M Saleh, Syahrul Aidi Ditunjuk Jadi Ketua Tim Koalisi
Atlet China di Olimpiade Paris 2024 Ini Tunjukkan Cinta dan Dukungan Dari Artis Favorit Mereka, Ada Dilraba Dilmurat Hingga Bai Lu
Trainee Populer Na Haeun Dikabarkan Gagal Debut Dengan Girl Grup Terbaru SM Entertainment! Netizen Korea Akui Lega, Kok Bisa?
Kado HUT ke-67 Provinsi Riau: Prodi Akuntansi Unilak Raih Akreditasi Unggul
Bupati Cantik ini Pimpin Apel Bersama TNI-Polri demi Cegah Kebakaran Lahan
8 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla