Kapolres Inhu Ajak Masyarakat Ciptakan Pilkada Tanpa Hoax dan Sara

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 7 Agustus 2024 | 17:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAUMAKMUR.COM - Seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diminta untuk menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 tanpa hoax politik, tanpa isu sara dan politik identitas.

Hal ini disampaikan Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan tanpa hoax politik, tanpa isu sara dan politik identitas tersebut merupakan salah kunci suksesnya Pilkada yang aman, damai dan sejuk.

"Ciptakan situasi yang damai dan sejuk, walaupun berbeda pilihan tapi masih dalam bingkai NKRI. Masyarakat tetap waspada dengan provokasi yang memecah belah persatuan bangsa," kata Fahrian Rabu (7/8).

Baca Juga: Telah Diputuskan, Porprov XI Riau Pertandingkan 41 Cabor

Sebagaimana diketahui, hoax politik adalah berita bohong tentang politik yang digunakan sebagai propaganda, untuk memprovokasi masyarakat.

Sementara, isu sara, yakni politik yang dikait-kaitkan dengan informasi tentang suku, agama, ras dan antar golongan, sehingga dapat memicu terjadinya perpecahan ditengah-tengah masyarakat.

Tak kalah penting, politik identitas, yakni politik yang berdasarkan identitas individu, baik etnis, ras, suku, bahkan hingga agama.

Baca Juga: Adrias Hariyanto: Pencegahan Stunting Perlu Kerja Sama Semua Pihak

"Tiga faktor di atas merupakan penyebab utama terjadinya kericuhan dalam Pilkada atau proses demokrasi lainnya, hindari hoax politik, isu sara, politik identitas, agar Pilkada Inhu dapat terlaksana dengan lancar, aman, tertib dan damai," jelasnya.

Polres Inhu bersama Instansi terkait telah siap untuk menghadapi Pilkada 2024. Hingga saat ini Polres Inhu serta jajaran terus melaksanakan kegiatan cooling system.

Selain itu, Fahrian juga meminta anak buahnya untuk memantau dunia maya dan menindak tegas para pelaku penyebaran hoax. 

Baca Juga: Pj Gubri SF Hariyanto Serahkan SK Pensiun PNS di Lingkungan Pemprov Riau

Dia mengatakan hoax dikhawatirkan dapat memicu polarisasi dan keresahan di tengah masyarakat, seperti yang terjadi pada Pemilu 2019.

"Kita selalu menghimbau masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan video maupun berita-berita yang belum diyakini kebenarannya," kata Fahrian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X