Layani Teman Tuli Melalui Program "Cimahi Berbisya"

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:13 WIB
Foto bersama para peserta program Bahasa Isyarat bertajuk "Cimahi Berbisya.", (Foto:Dinsos Cimahi)
Foto bersama para peserta program Bahasa Isyarat bertajuk "Cimahi Berbisya.", (Foto:Dinsos Cimahi)

RIAUMAKMUR.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik yang inklusif, termasuk untuk teman tuli, melalui program Bahasa Isyarat bertajuk "Cimahi Berbisya."

Program inovatif ini diluncurkan sejak November 2023 oleh pegawai Dinsos Kota Cimahi, dan hingga Juli 2024 telah berhasil menyelesaikan empat angkatan pelatihan. 

"Inovasi ini dirancang untuk dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan menggunakan metode belajar di kelas bersama pengajar dari Pusbisindo Jawa Barat serta praktek langsung bersama komunitas tuli dari Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) Kota Cimahi," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Ahmad Saefullah, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/8/2024).

Baca Juga: Deklarasi Netralitas ASN Bandung Barat di Pilkada 2024

Ahmad menjelaskan bahwa pengembangan program ini melibatkan beberapa strategi utama, antara lain:Pelatihan Bertahap: Pelatihan Bahasa Isyarat dilaksanakan secara bertahap di berbagai sektor pelayanan publik, termasuk kantor pemerintah, pusat layanan kesehatan, dan fasilitas umum lainnya.

"Kemudian Kolaborasi dengan Ahli: Program ini melibatkan guru berpengalaman dari PUSBISINDO untuk memberikan pembelajaran mendalam tentang BISINDO," ucapnya.

Terakhir Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan: Pemerintah Kota Cimahi akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar program ini memberikan manfaat yang lebih luas dan efektif.

Baca Juga: RI Fokus Bantu Wujudkan Gencatan Senjata di Palestina

Ahmad menambahkan bahwa program "Cimahi Berbisya" mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Hingga saat ini, 60 petugas pelayanan publik telah dilatih dan memperoleh Sertifikat Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) Level 1. 

"Petugas pelayanan dari Kelurahan, Puskesmas, DPMPTSP, Disdik, Disdukcapil, Bappenda, Dinkes, dan Dinsos telah mendapatkan sertifikat Bisindo Level 1," jelasnya.

Ahmad berharap inisiatif ini dapat menginspirasi kota-kota lain untuk menciptakan layanan publik yang lebih inklusif dan responsif, sesuai dengan amanat Pancasila, Sila kedua “Kemanusian yang Adil dan Beradab” serta Sila kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Baca Juga: BRIN Buka InaRi Expo 2024: Wadah Interaksi Periset dan Masyarakat

"Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program ini agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Cimahi," tambahnya.

Program 'Cimahi Berbisya' bukan hanya sebuah pelatihan, tetapi juga gerakan menuju pelayanan publik yang lebih baik, inklusif, dan responsif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X