RIAUMAKMUR.COM - PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Kilang Sungai Pakning, sebagai perusahaan BUMN di Kabupaten Bengkalis, Riau, menunjukkan komitmen dalam menjaga kawasan lahan gambut dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upaya ini bertujuan untuk mempertahankan penyerapan karbon di wilayah Sungai Pakning.
Selain itu, langkah ini sejalan dengan pengendalian perubahan iklim yang telah menjadi isu global.
Baca Juga: Ini Capaian Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove di Provinsi Riau
Selain mengelola lahan gambut menjadi lahan pertanian hortikultura di Desa Batang Duku, PT KPI Kilang Sungai Pakning melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) mengelola kawasan hutan gambut di Dusun Bakti, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, menjadi kawasan eduwisata yang membudidayakan lebah madu hutan gambut.
Sejak tahun 2019, PT KPI bekerja sama dengan kelompok masyarakat setempat untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat budidaya madu hutan yang ramah lingkungan.
“Program yang kami kembangkan selama 5 tahun ini melibatkan masyarakat secara langsung sebagai upaya menjaga kawasan lahan gambut dari ancaman karhutla akibat faktor alam dan manusia. Kami melakukan pembinaan dari hulu ke hilir,” jelas Agustiawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Kilang Dumai.
Baca Juga: Komitmen Riau Menjaga Hutan Gambut
Sebelumnya, petani madu di wilayah tersebut menggunakan metode pengasapan dengan membakar sabut kelapa untuk mengusir lebah, yang berpotensi memicu kebakaran.
Oleh karena itu, Kilang Sungai Pakning berinisiatif untuk memberdayakan para petani melalui kelompok tani ‘Madu Biene’ dengan metode budidaya madu yang ramah lingkungan menggunakan ‘glodok’ atau rumah-rumahan dari kotak kayu sebagai sarang lebah.
“Sejak 2019, kami memberikan edukasi mengenai wawasan lingkungan dan teknik panen madu tanpa membakar, untuk mendorong perubahan perilaku petani,” imbuh Agustiawan.
Rahmadi, ketua Kelompok Madu Biene dan 'local hero' binaan TJSL, menekankan bahwa metode pengasapan sebelumnya dapat menyebabkan kebakaran yang merugikan.
“Jika hutan terbakar, tidak ada tempat mencari lebah, dan itu menghilangkan mata pencaharian kami,” ujarnya.
Manager Production PT KPI Kilang Sungai Pakning, R. Moh. Kun Tauchid, menambahkan bahwa program ini telah memberikan alternatif yang menguntungkan bagi peternak madu.
Kelompok Madu Bien kini membudidayakan madu dari spesies Apis cerana, Apis dorsata, Apis trigona, dan Apis mellifera di pekarangan rumah.
Artikel Terkait
LAMR Buat Pameran Benda Peninggalan Rasulullah SAW Hingga 18 Agustus
KPU Kota Pekanbaru Tetapkan 789.236 DPS untuk Pilkada 2024, Bawaslu Ingatkan Hal Ini
Bawaslu Riau Gelar Sosialisasi dan Pentas Budaya di CFD Pekanbaru
Pemkab Siak Sambut Hangat Kedatangan Peserta Incolwis 2024 di Kota Pusaka
Hadiri Pesta Kuliner Sehat, Pj Gubri: Upaya Bersama Cegah Stunting
Peringatan Harganas ke-31 di Nagan Raya, BKKBN Tekankan Keluarga Berkualitas dan Penurunan Stunting
Pj Gubernur Gorontalo Hadiri Turnamen Balap Motor dan Mobil Piala Danrem 133/NWB
Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo Raih Juara III Lomba Hadang di Kategori Putra
Komitmen Penuhi Hak Anak, Nagan Raya Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2024
Pj Bupati Buleleng Gelar Lomba Gerak Jalan 45 Km, Siapkan Hadiah Ratusan Juta