RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah terus menunjukkan keseriusan dalam menangani ancaman gempa megathrust dengan potensi kekuatan hingga 8,9 skala Richter. Salah satunya adalah diselenggarakannya simulasi kesiapsiagaan bencana yang dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Kamis (5/9/2024), sebagai tindak lanjut dari agenda nasional sebelumnya pada 27 Agustus 2024.
Kegiatan ini akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.
Penjabat Bupati Mentawai, Fernando Jongguran Simanjuntak, menyatakan bahwa kehadiran Menko PMK dan Kepala BNPB menandai pentingnya apel kesiapsiagaan serta simulasi bencana yang akan diadakan di halaman Gereja Piniel, Mapadeggat, Sipora Utara. "Mentawai menjadi lokus utama secara nasional dalam simulasi kesiapsiagaan bencana ini," ujar Fernando.
Baca Juga: Launching ILP, Pj Sekda Dairi Tegaskan 3 Poin Penting
Simulasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat terhadap ancaman bencana gempa dan tsunami.
Skema simulasi mencakup aksi cepat masyarakat menuju tempat evakuasi sementara (TES), yang dipusatkan di Gereja Piniel. Pada saat gempa terjadi, masyarakat akan diminta melakukan aksi evakuasi mandiri, seperti memukul tiang listrik atau benda lain yang dapat menimbulkan bunyi, sebagai tanda peringatan.
Perwakilan dari BPBD Mentawai, Jeje, mengatakan simulasi ini menekankan pentingnya respon cepat selama "golden time", yaitu lima menit pertama setelah gempa terjadi. "Setiap peserta harus segera bergerak dan memberikan tanda peringatan untuk evakuasi, baik dengan berteriak atau memukul benda di sekitar mereka," ujar Jeje.
Baca Juga: Teknologi Sanitary Landfill Pertamina Hulu Rokan: Pengelolaan Sampah yang Memberi Manfaat pada Tanah
Kegiatan simulasi ini melibatkan lebih dari 500 sukarelawan, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Tagana, Basarnas, dan unsur sekolah. Apel kesiapsiagaan bencana akan diadakan sebelum simulasi kolosal, dengan narasi dan skenario yang menggambarkan situasi bencana nyata.
Pemkab Mentawai melalui Dinas Komunikasi dan Informatika juga telah mempersiapkan fasilitas telekonferensi dan peliputan live streaming agar kegiatan ini dapat dipantau secara luas. Simulasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan di Mentawai, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana megathrust.
Artikel Terkait
2025, Pemkab Muba Fokus pada 6 Prioritas Pembangunan Daerah
USK Ajak Pemangku Kepentingan Gotong-Royong Bangun Pendidikan dalam Hardikda Aceh
Pj Bupati Aceh Besar Sambut Kedatangan Dankopasgat di Lanud SIM Blang Bintang
Temanggung 60 Persen Berisiko Tanah Longsor, PMI Ajak Masyarakat Antisipasi Melalui Mitigasi Bencana Desa Siaga
Hindari Sanksi Dipecat, Bawaslu Papua Selatan Ingatkan ASN Tidak Beri Like dan Comment Paslon di Medsos
Launching ILP, Pj Sekda Dairi Tegaskan 3 Poin Penting
Komitmen Riau Menjaga Hutan Gambut
Ini Capaian Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove di Provinsi Riau
Ribut Soal Color Fun Run di Pelalawan, Ferly: Ada Kritikan Itu Bagus, Niatnya Membahagiakan Masyarakat
Teknologi Sanitary Landfill Pertamina Hulu Rokan: Pengelolaan Sampah yang Memberi Manfaat pada Tanah