Pengembangan UMKM di Bener Meriah Terkendala Branding, Pemkab Cari Solusi

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Sabtu, 7 September 2024 | 07:00 WIB
Pj Bupati Bener Meriah Tanwier saat merima kunjungan dari Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Jumat (6/9/2024) di kediamannya
Pj Bupati Bener Meriah Tanwier saat merima kunjungan dari Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Jumat (6/9/2024) di kediamannya

RIAUMAKMUR.COM - Penjabat (Pj) Bupati Bener Meriah, Mohd Tanwier, menyoroti masih banyaknya masalah dalam sektor UMKM, salah satunya terkait branding atau merek.

Ia menekankan pentingnya pembinaan yang fokus pada aspek-aspek spesifik yang dapat ditonjolkan untuk meningkatkan nilai jual, salah satunya melalui penguatan merek produk.

Hal ini disampaikan Tanwier saat menerima kunjungan dari Universitas Malikussaleh Lhokseumawe pada Jumat (6/9/2024) di kediamannya.

Baca Juga: Pemkab Bener Meriah Dukung Festival Panen Kopi Gayo di Kampung Delung Tue

Kunjungan tersebut bertujuan untuk berbagi ilmu terkait penguatan UMKM, rantai pasok, dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.

“Berbicara tentang UMKM, masih banyak masalah yang kita hadapi, salah satunya adalah branding (merek). Bahkan, untuk membangun UMKM di sini, kita masih harus menggunakan kekuatan penuh dari seluruh Indonesia, padahal produk unggulan kita, seperti kopi, sudah diakui dunia,” ungkap Tanwier.

Baca Juga: Ini Tiga Hal Penting yang Disampaikan Sekda Kab. Buleleng pada Apel Krida

Tanwier menekankan bahwa pembinaan terhadap UMKM tidak boleh hanya menjadi proyek semata.

Ia menegaskan pentingnya fokus pada aspek khusus, seperti branding produk, untuk membantu meningkatkan nilai jual.

Ia mencontohkan komoditas unggulan Kabupaten Bener Meriah, yaitu Kopi Arabika Gayo, yang kualitas dan jenisnya berbeda dari kopi lainnya di dunia.

Secara internasional, Kopi Gayo telah diakui sebagai salah satu kopi terbaik.

“Oleh karena itu, jika kita ingin membahas kopi dalam sebuah seminar, fokuskan pada mekanisme dan output, atau nilai tambahnya, berdasarkan keunikan yang ada. Hal ini akan membantu menonjolkan nilai jual produk yang lebih tinggi,” tutup Tanwier.

Baca Juga: Kosmetik Ilegal Dijual Sejak Februari ke Wilayah Riau Hingga ke Indonesia

Tidak hanya untuk mendukung pasar UMKM, pertemuan tersebut juga membahas terkait kegiatan Kongres Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis (APSMBI) 2024 dan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang rencana akan dilaksanakan pada Kamism 26 September mendatang. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X