Cegah Penyebaran Rabies, 200 Kucing dan Anjing Divaksinasi

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Sabtu, 14 September 2024 | 15:30 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu saat meninjau vaksinasi dan sterilisasi gratis bagi kucing dan anjing, di halaman kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Jumat (13/8/2024). (Foto: Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu saat meninjau vaksinasi dan sterilisasi gratis bagi kucing dan anjing, di halaman kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Jumat (13/8/2024). (Foto: Pemkot Semarang)

RIAUMAKMUR.COM - Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia, Pemerintah Kota Semarang menggelar vaksinasi dan sterilisasi gratis bagi kucing dan anjing. Vaksinasi terhadap 200 ekor anjingdan berlangsung di halaman kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Jumat (13/8/2024).

Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Irene Natalia Siahaan menyampaikan, ada juga sterilisasi gratis untuk 50 ekor kucing. Sebanyak 30 kucing di antaranya jantan, sedangkan 20 kucing lainnya jenis betina.

"Untuk sterilisasi kuota penuh karena kami ada pendaftaran dan skrining pemeriksaan kesehatan dari tim medis. Vaksin masih boleh walaupun kemarin sudah berlangsung daftar online. Tapi, masih boleh masyarakat datang langsung on the spot kami layani," papar Irene.

Baca Juga: Sistem Kedaruratan CC 112 Pemkot Surabaya Dijadikan Percontohan untuk Diterapkan di IKN

Irene menyebut, ada beberapa persyaratan hewan yang bisa divaksin antara lain minimal berusia lima bulan, kondisi sehat. Sedangkan persyaratan untuk sterilisasi, hewan juga harus dalam kondisi sehat dan usia minimal lima bulan, tidak sedang bunting, dan lolos skrining kesehatan dari tim medis.

"Kami dari tim dinas ada delapan dokter hewan, Disnakeswan Provinsi Jateng ada lima dokter, dan PDHI 20 dokter," sebutnya. Kota Semarang bebas rabies, harapannya jika masyarakat menjumpai hewan dengan gejala mengarah rabies segera dilakukan pemeriksaan ke dokter hewan.  

Menurut dia, gejala rabies meliputi demam di atas 39,5 derajat, terihat berkurang nafsu makan, takut atau sensitif terhadap air dan cahaya. "Kalau sampai dia gejala parah jatuhnya kejang. Takut cahaya dan air itu yang buat sensitifitas munculnya kejang. Lebih agresif juga," tambahnya.

Baca Juga: Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bangkinang Terima Sosialisasi Tentang HIV/AIDS, Pj Sekda Kampar Ajak Masyarakat Melakukan Pencegahan

Warga Kota Semarang, Dini Wulandari menyambut baik program vaksinasi gratis dari pemerintah kota Semarang. Dia membawa satu kucing peliharaannya untuk mengikuti vaksin gratis ini. "Penting sekali vaksinasi bagi saya, buat kebaikan saya sebagai pemelihara maupun kucing itu sendiri," ucapnya.

Dia pun mengaku sangat antusias dengan vaksin gratis ini. Jika harus ke dokter, tentu membutuhlan biaya. Dia tidak begitu paham berapa biaya yang harus dikeluarkan jika harus vaksin rabies mandiri. Untuk vaksin non rabies sendiri, biaya bisa mencapai di atas Rp 100 ribu - Rp 200 ribu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X