Upaya Temukan Kasus TB Aktif, 100 Lebih Warga Parakan Diskrining dengan X-Ray

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Jumat, 20 September 2024 | 18:30 WIB
Lebih dari 100 suspek kontak erat dengan pasien TBC diundang ke Puskesmas Parakan, Kamis (19/9/2024) yang kemudian dilakukan skrining TBC melalui portabel X-ray.
Lebih dari 100 suspek kontak erat dengan pasien TBC diundang ke Puskesmas Parakan, Kamis (19/9/2024) yang kemudian dilakukan skrining TBC melalui portabel X-ray.

RIAUMAKMUR.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung gencar melaksanakan active case finding (ACF) tuberculosis (TBC) atau menemukan warga dengan TB aktif. Lebih dari 100 suspek kontak erat dengan pasien TBC diundang ke Puskesmas Parakan, Kamis (19/9/2024) yang kemudian dilakukan skrining TBC melalui portabel X-ray.

Kegiatan ACF TBC merupakan program yang diinisiasi Kementerian Kesehatan dengan menyediakan alat portable X-ray di Poltekkes Surakarta.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Temanggung dr. Sarjana mengungkapkan, skrining tuberkulosis dilakukan menyusul angka TBC yang cukup tinggi. “TB saat ini mejadi permasalahan kesehatan global, bahkan di seluruh dunia sampai juga di Indonesia. Dari Temanggung, kita masih belum mencapai target,” terangnya di Aula Kawedanan Parakan.

Baca Juga: World Clean Up Day 2024, Pj Bupati Buleleng Pimpin Gerakan 'Buleleng Kali Bersih'

Berdasar data Dinkes per Agustus 2024 disampaikan bahwa terdapat estimasi 1.357 kasus tuberkulosis dengan capaian skrining 586 kasus. Demi melakukan deteksi dini terhadap TB Laten (tuberkulosis tidak tampak gejala), maka skrining ini gencar dilakukan. ”Harapannya, kasus-kasus yang selama ini tersembunyi bisa kita temukan,” tambah dr. Sarjana.

Nurcholis selaku Programmer TB Puskesmas Parakan menyampaikan, kagiatan ACF dengan X-Ray atau pemeriksaan radiologi di Temanggung dilaksanakan di tiga titik. “Yaitu Kedu, Selopampang, kemudian Parakan. Harapannya, TB Laten atau TB tidak tampak gejala akan ditemukan secepat mungkin, sehingga mengalami penurunan dan mencegah angka kematian,” tuturnya.

Dalam melakukan pendekatan di masyarakat Nurcholis menjelaskan, bahwa Puskesmas Parakan menerapkan inovasi ‘Kader Jumantuk’ atau juru pemantau batuk. “Bentuknya (seperti-red) intel, karena masyarakat bosan dengan bentuk penyuluhan,” lanjutnya.

Baca Juga: World Clean Up Day 2024, Pj Bupati Buleleng Pimpin Gerakan 'Buleleng Kali Bersih'

MS (34), salah seorang warga Parakan menuturkan, mendapat undangan dari Puskesmas Parakan. Ia menuturkan diundang sebab ada salah seorang keluarga yang positif TB. “Ini untuk ikut diperiksa, yang diundang sekeluarga tiga orang,” katanya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X