RIAUMAKMUR.COM – Momen Pesona Kulminasi Matahari di Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak kembali menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Para pengunjung takjub menyaksikan fenomena alam yang langka itu, yang hanya terjadi dua kali dalam setahun. Tugu Khatulistiwa, yang berdiri kokoh dari kayu belian, menjadi latar sempurna bagi wisatawan untuk mengabadikan momen dengan kamera smartphone.
Daniel, wisatawan dari Jakarta, mengungkapkan bahwa ini adalah kunjungannya yang kedua ke Tugu Khatulistiwa. "2022 adalah pertama kali saya datang ke sini. Sekarang, interior tugu sudah banyak berubah pasca renovasi. Lebih rapi dan informasinya lebih lengkap," kata Daniel, Sabtu (21/9/2024).
Pesona Kulminasi Matahari yang terjadi pada Maret dan September menjadi alasan utama kedatangan Daniel kali ini. Ia tertarik menyaksikan fenomena saat matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa, membuat bayangan objek di lokasi tersebut menghilang sejenak. "Saya ingin melihat langsung ketika tidak ada bayangan yang tampak karena matahari tepat berada di atas," tambahnya.
Baca Juga: Hadiri Pertunjukkan Randai, Bupati Tanah Datar: Ini Tradisi yang Harus Terus Dilestarikan
Selain tertarik dengan fenomena kulminasi, Daniel juga mengapresiasi kekayaan kuliner Pontianak. "Makanannya enak dan bervariasi, penuh dengan citarasa tradisional. Masyarakatnya juga ramah, terutama warung kopi yang banyak sekali di sini. Saya baru saja sarapan di salah satu warung kopi," ungkapnya.
Kulminasi Matahari: Daya Tarik Wisata dan Edukasi di Pontianak
Fenomena kulminasi matahari yang terjadi setiap 21-23 Maret dan 21-23 September ini tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga peneliti dan pecinta astronomi. Peristiwa ini terjadi saat matahari tepat berada di garis khatulistiwa, menyebabkan bayangan semua benda tegak lurus di Pontianak menghilang.
Baca Juga: Pangdam IM Lakukan Kunker ke Simeulue dan Pulau Terluar NKRI
Selain memberikan daya tarik wisata, fenomena itu juga memiliki nilai edukasi yang tinggi. Harapannya, kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa dapat terus mendorong perkembangan pariwisata dan edukasi di Kota Pontianak, menjadikannya salah satu destinasi unik di Indonesia.
Artikel Terkait
Wamenag Puji Tradisi Gotong Toapekong di Kota Tangerang sebagai Warisan Budaya
Era Armageddon Berakhir, aespa Umumkan Comeback Dengan Mini Album Whiplash Bulan Depan
Siap-Siap! aespa - Whiplash dan ILLIT - I'LL Like You Dirilis Bersamaan 21 Oktober! Konsep yang Bertolak Belakang Jadi Sorotan
Manjakan Penggemar, BABYMONSTER Siapkan Comeback Musim Gugur Dengan Beberapa MV di Full Album Perdana
Bupati Tuban Berangkatkan Pawai Budaya Nusantara
10 Wakil Indonesia Akan Berburu Poin dan Gelar di Macau Open 2024, Daniel/Fikri Masih Turun
Ditlantas Polda Aceh Terapkan Metode TAA untuk Menganalisis Penyebab Laka Lantas
Pangdam IM Lakukan Kunker ke Simeulue dan Pulau Terluar NKRI
Hadiri Pertunjukkan Randai, Bupati Tanah Datar: Ini Tradisi yang Harus Terus Dilestarikan
Intrik dan Konspirasi Menegangkan Bawa Dark Night and Dawn Pecahkan Rating Hingga Index Fantastis Dalam Waktu Singkat