RIAUMAKMUR.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI akan melakukan pengawasan terhadap potensi pelanggaran di masa tenang Pilkada Serentak 2024. Misalnya, penyebaran hoaks atau kampanye terselubung.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, masa tenang Pilkada merupakan tahapan krusial yang kerap diwarnai potensi pelanggaran. "Saat masa tenang sering diwarnai dengan gangguan keamanan," kata Bagja, Sabtu (23/11/2024).
Berikutnya, Bawaslu juga akan melakukan pengawasan pada masa pungut hitung. Ia menyebut pengawasan pada tahapan rekapitulasi suara sangat penting untuk menghindari kecurangan.
Baca Juga: 48.000 Tiket Kereta Telah Dipesan di Libur Nataru 2024/2025
"Bawaslu memastikan pengawasan di tingkat TPS berjalan optimal. Termasuk mencegah manipulasi suara," ujarnya.
Bagja pun menyebutkan lima provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi berdasarkan indeks kerawanan pemilihan. "Kelima wilayah tersebut NTT, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah," ujarnya.
Sebagai informasi, Masa tenang kampanye berlangsung selama tiga hari sebelum hari pemungutan suara. Yakni, mulai hari Minggu, 24 November 2024 sampai Selasa, 26 November 2024.
Baca Juga: Luis : Generasi Muda Harus Berani Bersaing Manfaatkan Peluang
Pelaksanaan masa tenang kampanye Pilkada 2024 ini diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024. Tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.
Pilkada Serentak yang akan diselenggarakan pada Rabu, 27 November 2024 diikuti 1.553 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Jumlah tersebut meliputi dari 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.
Artikel Terkait
Judi Online Ancam Generasi Muda, Menpora Terbitkan Surat Edaran Pencegahan
Netralitas Aparatur Negara Elemen Kunci Jaga Integritas Demokrasi Jelang Pilkada 2024
KPU Toba Targetkan 80 Persen Partisipasi Pemilih Pilkada
Kunjungi Rumah Boneka Ibu Sundari, Diskominfo-SP Tuban Apresiasi KIM Parseh Jaya
Mentan Pastikan Perbankan Bantu Brigade Wujudkan Swasembada Pangan
Luis : Generasi Muda Harus Berani Bersaing Manfaatkan Peluang
Tiket Kereta Nataru Laris Manis, 48.000 Terjual dalam Beberapa Hari
Sebanyak 26.000 Warga Jakarta Pindah Jadi Warga Bekasi
Momen Wapres Gibran Sapa Masyarakat Desa di Semarang
Merasa Dizalimi, Helen Bantah Jadi Dalang Kasus Rp3,2 Miliar di BPR Fianka