RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali memblokir akun media sosial yang mempromosikan judi online. Terbaru, sebanyak tiga akun Instagram dengan follower hampir setengah juta diblokir oleh Komdigi.
Ketiga akun medsos yang dimaksud, yaitu @literasi.story dengan 439 ribu pengikut, @gadis.terkini dengan 233 ribu pengikut. Serta @adeliaa.ajah dengan 321 ribu pengikut.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga: ini Harapan Menko Muhaimin Terkait Program Makan Bergizi
Ia menyebut, ketiga akun Instagram itu bertindak mempromosikan, mendukung, dan terafilitasi dengan situs judi online.
"Tindakan tegas akan terus kami lakukan terhadap pihak-pihak yang mengotori ruang digital dengan perjudian daring tanpa pandang bulu," kata Sabar, Rabu (4/12/2024). Hal ini, menurutnya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.
Adapun secara akumulatif, sejak 20 Oktober-4 Desember 2024, Komdigi sudah melakukan take down terhadap 464.440 konten judi online. Rinciannya, 428.969 website dan IP, 19.250 konten/akun pada platform Meta, 9.842 file sharing, 3.836 pada Google/YouTube, 2.201 di platform X, 222 di Telegram, dan 118 di Tiktok.
Baca Juga: Hari Disabilitas Internasional, Veronica Dorong Pemenuhan Hak Anak
Sedangkan sejak 2017-4 Desember 2024, Komdigi telah memblokir 5,3 juta konten terkait judi online. Sabar menyebut, judi online menjadi masalah serius bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, tak sedikit judi tersebut berkedok game online yang menyembunyikan praktik taruhan di baliknya. "Judi tidak hanya merugikan finansial tetapi juga membahayakan kesehatan mental dan mengancam keamanan data pribadi para pemainnya," ucapnya.
Situs-situs judi online, kata Sabar, seringkali menggunakan situs ilegal dan tidak memiliki kebijakan privasi yang jelas. Data pribadi pemain yang terdaftar dalam situs judi online sangat rentan untuk disalahgunakan.
Baca Juga: UNRI Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Internasional, Tingkatkan Daya Saing Global
Menurutnya, data-data pribadi yang sering diretas oleh oknum sindikat judi online adalah nomor seluler, alamat surat elektronik (surel/email), dan nomor rekening bank. Data-data tersebut dapat digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Edukasi diri dengan cara mengenali modus kejahatan siber, jangan sembarangan menyebarkan atau memberikan data pribadi Anda pada situs. Ataupun aplikasi yang tidak diketahui dan laporkan insiden kebocoran data kepada pihak yang berwenang," katanya.
Artikel Terkait
Pemprov Riau Pantau Ketat, Kenaikan Harga Sembako Terpantau Stabil
Dirzawa Kemenag RI Resmikan Program Kota Wakaf di Kabupaten Siak
Kanwil Kemenag Riau Lepas Penyuluh Lintas Agama, Pejuang Moderasi Beragama Tingkat Nasional
Jalur Sumbar Via Tanjung Alai Ditutup Total, Dirlantas Polda Riau Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif
Rayakan HUT ke-74, Kapolda Minta Ditpolairud Polda Riau Jaga Laut
UNRI Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Internasional, Tingkatkan Daya Saing Global
Hari Disabilitas Internasional, Veronica Dorong Pemenuhan Hak Anak
ini Harapan Menko Muhaimin Terkait Program Makan Bergizi
Drama Tan Songyun dan Zheng Yecheng Brocade Odyssey Dikritik! Mulai Dari Plot Membosankan Hingga Wajah AI Pemeran Pria Ketiga yang Mengganggu
Luncurkan CSR Ring 1, Pertamina Patra Niaga Fokus Kurangi Stunting dan Dukung Air Bersih di Inhil