Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Gempa Vanuatu

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 25 Desember 2024 | 18:00 WIB
(Menko PMK) Pratikno (Humas Kemenko PMK)
(Menko PMK) Pratikno (Humas Kemenko PMK)

RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Vanuatu, untuk membantu korban gempa bumi. Tim advance dari BNPB akan diberangkatkan terlebih dahulu ke Vanuatu, Selasa (24/12/2024). 

Tim akan mempersiapkan logistik dan administrasi sebelum pengiriman bantuan tahap pertama. Bantuan tahap pertama dijadwalkan pada Jumat (27/12/2024).

“Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk segera mempersiapkan bantuan. Karena Vanuatu merupakan mitra Indonesia yang sangat penting, dan ini juga adalah masalah kemanusiaan yang harus menjadi perhatian kita,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno usai memimpin Rapat Tingkat Menteri, Selasa (24/12/2024).

Baca Juga: BPH Migas Prediksi Peningkatan Konsumsi BBM Selama Nataru

Bantuan yang disiapkan meliputi tim SAR, suplai air bersih, pelayanan kesehatan, dan rekonstruksi infrastruktur dasar, terutama fasilitas kesehatan. Pratikno menegaskan, pengiriman bantuan kemanusiaan ini tidak akan mengganggu penanganan bencana di dalam negeri. 

Pemerintah juga telah mengantisipasi bencana hidrometeorologi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Apa yang kita kirimkan ke Vanuatu adalah tim yang terpisah dan tidak mengganggu apa yang kita harus tangani untuk penanganan bencana di dalam negeri,” kata Pratikno. 

Bantuan tahap awal mencakup pengiriman tim Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan perawatan medis darurat. Memberikan suplai obat-obatan dan logistik kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan lainnya.

Baca Juga: Wamendagri Genjot Revitalisasi Irigasi Daerah Guna Percepat Swasembada

Diketahui, bencana alam gempa bumi menghantam wilayah Vanuatu pada 17 Desember 2024. Gempa bumi tersebut mengakibatkan 80.000 jiwa terdampak, termasuk 14.104 anak, dan 769 penyandang disabilitas. 

Sebanyak 18 orang meninggal dunia, 200 mengalami luka-luka, dan 947 orang mengungsi ke gereja serta rumah penduduk. Status darurat di negara tersebut berlaku sejak 17 hingga 24 Desember 2024.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X