RIAUMAKMUR.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Riau pada November 2024 mencapai 31.393 kunjungan.
"Jumlah ini meningkat sebesar 1,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat 31.004 kunjungan. Secara year-on-year (y-on-y), jumlah ini melonjak signifikan sebesar 87,50 persen dibandingkan November 2023," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, Kamis (2/1/2025).
Ia mengatakan bahwa data ini menunjukkan pemulihan sektor pariwisata yang terus berlanjut di Riau.
Berdasarkan jenis pintu masuk, mayoritas wisman datang melalui pintu masuk perbatasan/MPD sebanyak 26.510 kunjungan, sementara 4.883 kunjungan tercatat melalui pintu masuk utama imigrasi.
Moda angkutan udara berkontribusi sebesar 50,89 persen dari total kunjungan melalui pintu masuk utama, sedangkan moda angkutan laut menyumbang 49,11 persen.
"Bandara Sultan Syarif Kasim II tetap menjadi pintu masuk utama wisman melalui moda angkutan udara, meskipun jumlah kunjungannya menurun 11,09 persen dibandingkan November 2023," jelas Asep.
Sebaliknya, pintu masuk non-imigrasi melalui MPD menunjukkan kenaikan 3,17 persen dibandingkan Oktober 2024 dan 108,69 persen secara year-on-year.
Dominasi kunjungan wisman ke Riau masih dipegang oleh wisatawan asal Malaysia dengan 8,88 ribu kunjungan atau 28,29 persen dari total kunjungan. Disusul oleh wisman berkebangsaan Belanda dengan 6,54 ribu kunjungan (20,85 persen) dan Filipina sebanyak 2,06 ribu kunjungan (6,57 persen).
Namun, ada beberapa tren penurunan kunjungan berdasarkan kebangsaan. Wisatawan asal Taiwan mengalami penurunan paling besar, yakni 30,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan juga tercatat dari Malaysia sebesar 3,61 persen dan Jepang sebesar 3,17 persen.
Sebaliknya, kunjungan wisman dari Amerika meningkat paling signifikan, yakni sebesar 35,54 persen dibandingkan Oktober 2024. Disusul oleh wisatawan Australia yang naik 30,43 persen, Inggris naik 23,53 persen, dan Korea Selatan naik 17,43 persen.
"Kami optimis tren ini akan terus meningkat, terutama dengan berbagai upaya promosi pariwisata yang dilakukan pemerintah dan stakeholder terkait. Fokus kami adalah menarik lebih banyak wisatawan, terutama dari pasar-pasar potensial baru," kata Asep.
Sektor pariwisata yang pulih diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pemerintah Provinsi Riau juga terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan untuk mendukung keberlanjutan tren positif ini.
Artikel Terkait
Audiensi Bersama BPS, BI, OJK dan Bulog, Pj Gubri: Mari Bekerja Bersama
BPS Kampar Adakan FGD Bahas PDRB dan Inflasi, Satukan Pemahaman Terkait Pentingnya Data Statistik
BPS Kampar Selenggarakan Bimbingan Teknis II Desa Cantik
BPS Catat Riau Inflasi 1,51 Persen di Bulan Oktober 2024
TPK Hotel Berbintang di Riau Naik, BPS Riau Sebut Indikator Produktivitas Sektor Akomodasi Menguat
BPS: Harga Beras Turun Tipis Pekan Kedua November
Pj Gubri Rahman Hadi Membuka Rilis Berita Resmi BPS Provinsi Riau
BPS Pantau Harga Emas dan Beras November 2024
BPS: Unit Usaha Indonesia Banyak di Sektor Pangan
BPS: Riau Inflasi 1,25 Persen, Didominasi Kenaikan Kelompok Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Restoran