RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Detasemen Khusus (Densus 88) Anti Teror Mabes Polri sepakat akan memperkuat kerjasama dengan melakukan pembinaan terhadap 2.285 mantan narapidana terorisme (Napiter) dan 8.140 mantan Jamaah Islamiyah (JI).
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pembinaan tersebut di antaranya meliputi bimbingan dan juga pendampingan pemerintah terhadap para napiter dalam memperkuat sektor pertanian melalui pembentukan brigade swasembada pangan.
“Kita akan bina karena mereka adalah saudara-saudara kita juga. Jadi nanti dari BPPSDMP yang akan melakukan pendampingan,” ujar Mentan dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (4/1/2025).
Baca Juga: Peluang SF Hariyanto ke Golkar dan Gerindra Semakin Menguat
Mentan mengatakan sektor pertanian merupakan sektor yang paling berpotensi dalam memperkuat ekonomi bangsa. Pertanian juga menjadi ujung tombak dalam membuka lapangan kerja. Karena itu, ribuan napiter dan juga napi-napi lain dapat didorong menjadi tenaga produktif dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Sebelumnya kita kerjasama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan sekarang bersama Densus. Jadi ini kolaborasi yang sangat baik untuk Indonesia agar bisa mempercepat swasembada,” katanya.
Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Irjen Polisi Sentot Prasetyo mengatakan bahwa pembinaan polisi terhadap terdakwa terorisme terus dilakukan dari waktu ke waktu. Untuk itu, pihaknya juga membagi zona Klaster napi dari klaster merah, kuning dan hijau.
Baca Juga: Kementerian PPPA-BUMN Bersinergi Berdayakan Perempuan dan Lindungi Anak
“Merah artinya mereka yang masih memegang idiologi kekerasan dan hijau mereka yang sudah kembali menjadi masyarakat pancasila. Dan kebetulan dari kegiatan pelatihan ini kita sudah menghasilkan panen di Lampung, Banten Jawa Barat dan Jawa Timur secara umum kami juga didukung oleh dinas dinas pertanian di Provinsi,” katanya.
Sentot menambahkan bahwa target swasembada harus bisa dioptimalkan melalui dukungan semua pihak termasuk mereka yang berasal dari kalangan narapidana terorisme. Langkah ini penting mengingat pertanian juga menjadi kunci bagi kekuatan ekonomi bangsa.
“Oleh karena itu kami berharap mendapat dukungan penuh dari jajaran Kementan dan barangkali bisa lebih meluas lagi apa yang kita lakukan ini sehingga bermanfaat untuk kepentingan masyarakat khususnya para napiter,” jelasnya.
Artikel Terkait
Harga Rp3 Jutaan, Vivo Y300 Pro Punya Fitur Premium di Kelas Menengah
Lirik Lagu Ibu - Haddad Alwi feat Farhan, Kaulah Ibuku Cinta Kasihku
Apple Tidak Main-Main, Chipset A18 Pro di iPhone 16 Series Lebih Canggih dari Ekspektasi
Lirik Lagu dan Terjemahan Thank You - Snopp Dogg dan Dr Dre, Thank You For Letting Me Be Myself Again
Lirik Lagu I Think They Call This Love - Elliot James Reay
Baru Mulai Syuting, The Triple Echo of Time Tersandung Kontroversi Karena Pernyataan Aktor Li Mingde Ini! Tim Drama Gercep Klarifikasi
Pidato Kemenangan ILLIT di Golden Disc Awards 2025 yang Bawa-Bawa Bang Sihyuk Tuai Sorotan
Interaksi Manis Esther Yu dan Ding Yuxi Buat Tencent Video All Star Night 2024 Heboh, Reaksi Wang Xingyue Hingga Zhang Linghe Disorot
Peluang SF Hariyanto ke Golkar dan Gerindra Semakin Menguat
Muhammadiyah Beri Bantuan ke Korban Kecelakaan Maut di Pekanbaru, Fadel: Kami Siap Jadi Abang Angkat Alda